Bakdan Neng Solo, Pesona Lebaran di Kota Bengawan

Infografis: pariwisata.surakarta.go.id

Surakarta – Solo selalu menjadi jujugan wisatawan untuk menghabiskan masa libur lebaran. Bagi Anda yang ingin menikmati momen lebaran di Solo, sejumlah even ini wajib dikunjungi supaya liburan menjadi lebih berwarna.

Pemkot sendiri telah menyiapkan tiga even besar untuk menyambut Idulfitri tahun 2019 ini. Even tersebut antara lain: Bakdan Neng Solo di Benteng Vastenberg pada 7-9 Juni; Pekan Syawalan Jurug Solo Zoo di Taman Satwa Taru Jurug pada 5-9 Juni, dan Gebyar Bakdan Ing Balekambang di Taman Balekambang pada 4-9 Juni.

Kepala Dinas Pariwisata Hasta Gunawan menerangkan, rangkaian even tersebut sudah menjadi agenda rutin yang diadakan setiap tahun saat libur Lebaran guna mendorong peningkatan jumlah wisatawan ke Solo.

“Selain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Solo sendiri tentunya juga dapat meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan,” ujarnya.

Hasta menyebutkan, beberapa sajian bisa dinikmati oleh para pengunjung, seperti budaya, festival topeng, bazar UMKM, dan berbagai sajian menarik lainnya.

Kepala UPT Taman Balekambang Sumeh menjelaskan, even di Taman Balekambang akan diselenggarakan selama enam hari dan semua sajian yang ada bisa dinikmati secara gratis oleh pengunjung. “Selama enam hari itu, kami menargetkan jumlah pengunjung mencapai 40 ribu orang. Semua pengunjung bebas masuk secara gratis,” terangnya.

Wisata Bermuatan Budaya

Sementara itu, pementasan Sendratari Ramayana akan mewarnai agenda Bakdan Neng Solo. Dengan Lakon “Sinta Obong”, even ini akan berlangsung mulai pukul 19.00 di Benteng Vastenberg selama tiga hari berturut-turut dan bisa dikimati secara cuma-cuma. Pementasan yang digarap secara apik oleh sutradara Agung Kusumo ini melibatkan sederet seniman bereputasi nasional bahkan internasional.

Wali Kota FX Hadi Rudyatmo memaparkan, melalui rangkaian acara Bakdan Neng Solo ini pihaknya ingin memberikan apresiasi, edukasi, serta hiburan kesenian tradisional Jawa, sekaligus memperkenalkan destinasi wisata bermuatan budaya berbasis masyarakat setempat.

“Kami ingin pemudik bisa bernostalgia dengan menyaksikan wayang orang. Dengan begitu mereka tetap mencintai kebudayaan bangsanya sendiri,” ungkapnya.

Rudy melanjutkan, pertunjukkan yang digelar tiap masa mudik Lebaran ini akan melibatkan 150 seniman, baik anak-anak maupun orang dewasa. Pementasan ini mengangkat cerita epos wayang Ramayana secara bersambung. Lakon “Sinta Obong” merupakan penggalan cerita Ramayana tentang pengorbanan Dewi Sinta usai diculik Rahwana.

“Tahun ini kami menargetkan ada 15 ribu penonton yang dapat menikmati hiburan seni ini,” katanya.