Tidak Lagi BAB Sembarangan, Warga Brangkal Gelar Deklarasi Desa ODF

Bupati Klaten Sri Mulyani membuka acara Sambang Warga Desa Brangkal di Balai Desa Brangkal, Kecamatan Karanganom, Jumat (3/5/2019). Dalam acara tersebut, warga desa setempat menggelar deklarasi Desa ODF. (Foto: klatenkab.go.id)

Karanganom – Warga Desa Brangkal, Kecamatan Karanganom bersama Bupati Klaten Sri Mulyani mendeklarasikan desa setempat sebagai Desa ODF (Open Defecation Free) dalam acara Sambang Warga Desa Brangkal, Jumat (3/5/2019). Dengan deklarasi tersebut, Desa Brangkal telah mencanangkan diri sebagai desa yang bersih dan bebas dari warga yang membuang air besar sembarangan.

Camat Karanganom Slamet Karyadi dalam sambutannya mengatakan, untuk menyelenggarakan deklarasi ODF tingkat Kecamatan Karanganom, seluruh jajaran kecamatan sampai desa telah bekerja keras. Karena hal tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Desa ODF adalah desa yang 100% masyarakatnya telah buang air besar di jamban sehat, yaitu mencapai perubahan perilaku kolektif terkait pilar 1 dari lima pilar STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat).

Slamet mengaku, selama melakukan sosialisasi kepada warga, pihaknya kerap menemukan permasalahan unik. “Ada dua desa yang butuh perlakuan khusus, yaitu Desa Glegeg dan Desa Karangan. Kalau warga masih buang air besar sembarangan, maka akan difoto dan dipajang di kelurahan. Akhirnya warga jera dan sadar akan kebersihan dan kesehatan lingkungan,” terangnya dalam situs resmi Pemerintah Kabupaten Klaten.

Klaten Kota Seribu Bunga Sejuta Warna

Bupati Sri Mulyani juga turut menekankan pentingnya menjaga komitmen hidup bersih kepada warga Kecamatan Karanganom yang telah melaksanakan deklarasi ODF. Selain itu, dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyukseskan program Kabupaten Klaten Kota Seribu Bunga Sejuta Warna. “Saya ucapkan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Desa Brangkal yang telah menyukseskan program Kabupaten Klaten Kota Seribu Bunga Sejuta Warna” tutur Sri Mulyani saat membuka acara sambang warga di Balai Desa Brangkal, Jumat (3/5/2019).

Saat pembukaan acara tersebut, dirinya dibuat kagum dengan pemandangan sekitar. Tepat di halaman depan balai desa, terdapat taman bunga refugia yang membuat suasana Desa Brangkal menjadi asri. Bukan sekedar bunga biasa, karena jenis tanaman ini selain indah, juga dapat menangkal hama wereng.

“Pembangunan taman ini sekaligus wujud partisipasi warga Desa Brangkal dalam menyukseskan program Klaten Seribu Bunga Sejuta Warna yang dicanangkan Pemkab Klaten. Tanaman refugia yang ditanam di antaranya ada bunga kenikir, bunga kertas, bunga matahari, dan tapak doro,” sambungnya.