Setyo Handmade Sulap Koran Bekas Jadi Barang Berkualitas

Kristanti Nareswari bersama barang produksi Setyo Handmade dalam pameran UMKM di Solo Paragon Mall. (Foto: Kristanti Nareswari/instagram)

Surakarta – Awalnya hanya sekadar hobi dan iseng. Namun siapa sangka, aktivitas yang dilakukan untuk mengisi waktu luang tersebut akhirnya bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Adalah Kristanti Nareswari, warga Solo yang memiliki ide kreatif untuk mengolah limbah koran menjadi kerajinan yang memiliki nilai ekonomi. Idenya ini tercetus sejak kehamilan anaknya di tahun 2013. Saat itu dirinya kerap menonton video tentang kerajinan tangan di media sosial. Hingga kini, ibu 32 tahun itu mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.

“Awalnya belum bisa, tapi terus ditelateni. Baru ditekuni sebagai usaha pada tahun 2015,” ujarnya.

Bersama sang suami, Prasetyo, Kristanti kemudian mendirikan usaha Setyo Handmade yang beralamat di Jalan Srigunting V No.3 Gremet, Manahan, Banjarsari. Ia dan suami tak pernah menyangka bisa menyulap limbah koran menjadi barang yang memiliki nilai guna tinggi.

“Akhirnya lama kelamaan menjadi peluang usaha. Hasilnya bisa untuk dijual,” ungkap Kristanti.

Barang-barang yang dijual hasil karyanya berupa tas, tempat pensil, kotak tisu, vas bunga, hingga tempat air mineral. Meski berbahan dasar koran, namun produk-produk tersebut bersifat kokoh dan tahan air.

Kristanti kemudian berkenan membeberkan rahasia proses pembuatan kerajinan tersebut. Cara pembuatannya pun terbilang cukup mudah. Bahan-bahan yang diperlukan juga gampang dijangkau, mulai dari koran bekas, cat pernis, lem kayu, dan sedikit aksesori.

Koran bekas yang sudah didapatkan kemudian digulung hingga padat, lalu dirangkai, dan selanjutnya dilapisi dengan lem kayu, setelah itu dijemur. Langkah berikutnya adalah melakukan finishing dengan melapisi cat pada kerajinan tersebut.

Dari Jawa hingga Luar Negeri

Untuk pemasaran, Kristanti lebih mengandalkan melalui media sosial. Ia juga menerima jika ada reseller yang ingin menjualkan produknya. Harga produk-produknya cukup bervariasi. Mulai dari tas yang dibanderol Rp 150 ribu, hingga tempat tisu dan tempat air mineral dengan harga berkisar Rp 100 ribu.

Pembeli dan pemesannya tidak hanya dari dalam derah saja, tetapi juga datang dari luar Jawa, seperti Kalimantan dan Sulawesi. Bahkan ada juga yang dari luar negeri. Dalam sebulan, Kristanti bisa memperoleh 25-30 unit atau setara omset Rp 5 juta.

Setyo Handmade sudah empat kali turut dalam pameran berkat fasilitas Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, serta Dinas Koperasi dan UMKM. “Saat ini saya juga menjadi binaan dari Dinas Koperasi dan UMKM,” terang Kristanti.