Pasar Murah Solo: Antisipasi Inflasi Jelang Idulfitri

Infografis: surakarta.go.id

Surakarta – Konsumsi masyarakat yang kian meningkat menjelang lebaran berdampak terhadap potensi inflasi akibat menipisnya ketersediaan barang. Tak ingin abai dengan masalah itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta pun menggeber serangkaian pasar murah demi mengenalikan inflasi dan menekan harga kebutuhan pokok di pasaran.

Dimulai 18-19 Mei di wilayah Kecamatan Banjarsari, empat pasar murah siap menyusul di kecamatan-kecamatan lainnya serta di Balai Kota hingga 28 Mei.

Kepala Dinas Perdagangan Subagiyo mengatakan, pasar murah ini merupakan hasil kerja sama Pemkot, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Surakarta, dan Surakarta dan Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS). “Secara umum kami harus memastikan kecukupan stok barang, melakukan pengendalian harga, menjamin kelancaran distribusi dan mengantisipasi penimbunan komoditas hingga hari raya,” paparnya dalam situs resmi Pemkot Surakarta.

Menurutnya, keempat indikator di atas penting untuk dijaga kestabilannya. Jika permintaan tinggi namun komoditas tidak mencukupi, maka bisa muncul kenaikan harga barang yang tidak wajar.

Pasar murah ini juga diharapkan bisa menjaga psikologi pasar agar tidak panik. Menurut Subagiyo, kepanikan itu memang menjadi momok tersendiri. Aksi borong barang-barang kebutuhan pokok bakal memicu kelangkaan produk, yang lantas berujung menggilanya harga jual komoditas tersebut.

“Itulah sebabnya Pemkot juga mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak dan cerdas. Cukup membeli barang sesuai kebutuhan saja. Jangan memborong secara berlebihan,” tegasnya.

Pembatasan Belanja

Pemkot pun mengimbau agar pasar murah itu dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. “Tapi kami meminta warga yang sudah berkecukupan agar tidak ikut berbelanja di pasar murah. Dengan demikian kesempatan berbelanja ini bisa dimanfaatkan warga Solo yang kurang mampu,” kata Wali Kota FX Hadi Rudyatmo.

Pembatasan belanja pun diberlakukan Pemkot, dengan mengharuskan calon pembeli menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) berdasarkan domisili. Mereka yang bertempat tinggal di tiap kelurahan lokasi pasar murah, adalah calon pembeli yang diprioritaskan untuk mendapatkan barang-barang pokok berharga miring tersebut.

Selain itu, penyelenggara juga menyiapkan empat kupon berbeda untuk masing-masing komoditas. Kupon baru dibagikan petugas di lokasi kegiatan. Usai berbelanja, pembeli pun diminta mencelupkan jari mereka ke dalam tinta guna menghindari aksi kulakan sepihak.

Sementara itu, Koordinator Kegiatan Pasar Murah Darmawan Saputra mengatakan, demi menjalankan instruksi orang nomor satu di Kota Bengawan itu, pengurus organisasi tersebut berkoordinasi dengan para pengusaha dan distributor berbagai komoditas pokok. Hasilnya tidak main-main, karena tersedia 15.000 paket sembako murah yang disiapkan bagi warga lima kecamatan, selama 10 hari penyelenggaraan kegiatan.

“Setiap paket terdiri dari beras dua kilo gram, minyak goreng satu liter, gula pasir satu kilogram dan telur satu kilogram. Harganya di bawah harga pasaran, karena panitia menyubsidi harga jual barang-barang tersebut,” terangnya.