Panen Raya Jelang Lebaran, Pasokan Cabai di Boyolali Relatif Aman

Petani di Desa Jeruk, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali mulai memanen cabai dalam panen raya. Pasokan cabai keriting di Kota Susu ini dipastikan aman pada momentum hari raya. (Foto: rri.co.id)

Boyolali – Pasokan cabai keriting di Kabupaten Boyolali dipastikan aman pada momentum hari raya. Bahkan stok cabai ini bakal melimpah di wilayah berjuluk Kota Susu itu. Hal ini tidak terlepas dari panen raya yang dialami petani yang berada di lereng gunung Merapi dan Merbabu.

Menurut Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali Bambang Jiyanto, kebutuhan cabai di Kabupaten Boyolali dari awal ramadan hingga lebaran relatif aman. Hal tersebut diperkuat dengan hasil panen cabai yang sangat bagus di hamparan ladang seluas 25 hektare di seluruh Kecamatan Selo.

“Hamparan tanaman cabai  10 hektare dan untuk cabai ini kita bisa memanen 12 hingga 13 kali dalam umur tanamnya. Untuk Kecamatan Selo sendiri sekitar 25 hektare, sehingga untuk kebutuhan ramadan hingga lebaran di Kabupaten Boyolali relatif aman,” ujar Bambang dalam portal resmi Radio Republik Indonesia.

Kesejahteraan petani cabai juga dirasa sudah jauh lebih baik dengan harga Rp 12.500 per kilo gram. Selain itu, melihat produksi satu pohon cabai yang bisa mencapai enam ons ini, maka petani tak perlu khawatir lagi. Pasalnya, dalam satu hektare terdapat 18 ribu batang cabai dengan hasil panen mencapai 9 ton per hektare.

“Dalam membudidayakan cabai untuk memperhatikan bibit unggul, pengendalian hama penyakit, pemupukan dan perawatan, dan jangan lupa kekompakan. Ini yang menentukan agar bisa bertahan dan menghasilkan pendapatan dengan baik,” ungkap Bambang.

Salah satu anggota Kelompok Tani Gunungsari Desa Jeruk Sunoto mengatakan, petani setempat sudah bisa membudidayakan tanaman cabai dengan baik. “Sarana dan prasarana yang disediakan Pemerintah Kabupaten Boyolali sudah cukup membantu petani dalam bertanam cabai,” ujar Sunoto.