Kebun Raya Indrokilo Akhirnya Diresmikan

Bupati Boyolali Seno Samodro meresmikan Kebun Raya Indrokilo Boyolali yang berlokasi di Kampung Tempurejo, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo. (Foto: rri.co.id)

Boyolali – Kebun Raya Indrokilo Boyolali(KRIB) resmi dibuka oleh Bupati Seno Samodro, Jumat (3/5/2019). Kebun raya yang menempati lahan seluas 12 hektare tersebut berlokasi di Kampung Tempurejo, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo.

Bupati mengatakan, kebun raya yang konsep pembangunannya diinisiasi sejak 2013 ini murni menggunakan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Boyolali, sehingga tidak ada bantuan dari sumber lain. Hingga kini, koleksi yang dimiliki terus bertambah sebanyak 6.707 tanaman dan sekitar 987 tanaman sudah ditanam di tanah KRIB.

Rencananya, KRIB akan buka pada siang hingga malam hari, dengan dilengkapi bangunan artistik yang menarik. “Saya yakin ini cukup menarik karena hampir setiap sudutnya cukup artistik. Jadi di sini seperti istana selfie. Dan setiap akhir pekan, ribuan orang ke sini. Apalagi jalannya sekarang sudah sangat mudah terjangkau. Silakan masyarakat berbondong-bondong,” ajaknya dalam laman resmi Pemkab Boyolali.

Tidak hanya memikirkan akan pembangunan KRIB dan sisi infrastruktur saja, akan tetapi Seno juga merambah pada peningkatan perekonomian penduduk sekitar. Dibukanya KRIB diharapkan mampu menarik geliat wisatawan.

Pihaknya juga akan melakukan roadshow terkait keberadaan KRIB di sejumlah kota antara lain Jakarta, Surabaya, dan Solo. Roadshow juga akan mengundang para pelaku wisata termasuk biro perjalanan wisata.

“Kami akan meminta masukan lebih lanjut dari pihak- pihak terkait, termasuk dari biro wisata,” terangnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali, Totok Eko YP menuturkan, pembangunan KRIB dilakukan bertahap sejak 2016. Total dana yang telah digelontorkan sebesar Rp 40 miliar selama empat tahun, di mana sumbernya berasal dari APBD Boyolali.

“Hingga kini, 20 poin infrastruktur sudah terbangun. Hanya satu yang belum yaitu Gedung Pesanggrahan,” jelas Totok.

Telah Memenuhi Syarat

Sementara itu, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Enny Sudarmonowati menjelaskan, kebun raya yang berciri khas (eco region) kebun raya hutan hujan dataran rendah Jawa untuk bagian timur ini sudah memenuhi lima fungsi kebun raya yang ditetapkan oleh LIPI, antara lain konservasi, penelitian, pendidikan, jasa lingkungan, dan pariwisata.

“Harapannya tentu saja terus dengan memegang teguh lima fungsi kebun raya, tetap kita perlukan yaitu untuk semakin banyak orang mengunakan dan memanfaatkan kebun raya terutama ekonomi. Secara otomatis pembukaan kebun raya akan mendatangkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Add Comment