JPO Gladhag Panti Husada Mulai Beroperasi

Jembatan Penyeberangan orang (JPO) Gladhag Panti Husada Solo mulai beroperasi pada Jumat (10/5/2019). (Foto: surakarta.go.id)

Surakarta – Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Jalan dan Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Deded P. Sjamsudin membuka soft launching jembatan penyeberangan orang (JPO) Gladhag Panti Husada di depan RSUD Moewardi, Jebres, Surakarta, Jumat (10/5/2019). Dalam acara tersebut hadir pula Walikota dan Wakil Walikota, Sekretaris Daerah beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Plt. Direktur RSUD Moewardi, dan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Surakarta.

Pada kesempatan itu, Deded menyampaikan, Kementerian PUPR telah mengembangkan beberapa teknologi infrastruktur, salah satunya adalah teknologi jembatan dan penyeberangan orang dengan konsep ramah lingkungan (Eco JPO) yang sudah diinisiasi sejak tahun 2017.

Menurutnya, Eco JPO merupakan event penelitian di puslitbang yang dibangun secara swakelola dengan konsep ramah lingkungan, dilengkapi dengan instalasi panel tenaga surya atau solar sel untuk penerangan lampu di bentang utama jembatan, serta memanfaatkan air hujan yang disimpan pada drone water tank untuk menyiram tanaman di atas jembatan.

“Eco JPO masih akan dikembangkan dengan menambahkan lift dan perizinan yang membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan. Saat ini sudah dapat difungsikan walaupun belum ada lift,” ujarnya dalam laman resmi Pemerintah Kota Surakarta.

Sementara itu, Walikota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo memberikan nama Eco JPO ini “Gladhag Panti Husada” yang berarti tempat atau jembatan ngudi kesehatan, di samping itu tempat menuju keselamatan di mana Gladhag sendiri berasal dari bahasa jawa yang berarti jembatan yang ada pagarnya.

Dirinya berharap, lift bisa segera dipasang sehingga para difabel bisa ikut bisa memanfaatkan. Tidak hanya sebatas itu saja, tetapi Eco JPO ini nantinya dapat menunjang pengembangan ekonomi kerakyatan seperti berjualan. “Dalam hal ini Satpol PP (baca: Satuan Polisi Pamong Praja) harus aktif melaksanakan patroli supaya jembatan tidak disalahgunakan,” tegas Rudy.