Bupati Penuhi Janji, Ribuan Ahli Waris di Sukoharjo Terima Uang Duka

Bupati Wardoyo Wijaya memberikan santunan uang duka kepada ribuan ahli waris warga miskin di Sukoharjo.(Foto: sukoharjokab.go.id)

Sukoharjo – Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya kembali memberikan santunan uang duka kepada ribuan ahli waris warga miskin (gakin). Pemberian dilakukan secara langsung di Pendapa Graha Satya Praja (GSP), Rabu (15/5/2019). Setiap satu ahli waris menerima uang duka sebesar Rp 3 juta.

Bupati berpesan pada ahli waris penerima santunan agar uang yang diterima digunakan sebaik-baiknya dan tanpa potongan dalam penerimaannya. Pihaknya meminta maaf kepada para ahli waris lantaran pemberian sempat tertunda dikarenakan ada agenda yang mendadak.

“Pesan saya sebelum pulang ke rumah masing masing, dihitung dengan cermat dulu, jangan sampai terjadi sesampai di rumah ternyata uangnya kurang. Kalau di sini kurang, minta kepada petugas dan gunakan sebaik baiknya,” pesannya dalam portal resmi Pemkab Sukoharjo.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo Sarmadi menyampaikan, untuk periode kematian Juni-Oktober 2018 terdapat 1.276 gakin yang meninggal, sehingga ahli warisnya mendapat santunan. Jumlah tersebut tersebar di 12 kecamatan. Hingga saat ini, total santunan kematian yang sudah digulirkan oleh Pemkab Sukoharjo mencapai Rp73,5 miliar.

“Hari ini Bapak Bupati akan memberikan bantuan uang duka sebesar Rp 3,828 milyar yang akan dibagikan kepada 1.276 orang ahli waris. Hal ini membuktikan bahwa program Bapak Bupati pro rakyat,” jelasnya.

Sarmadi menambahkan, rincian penerima santunan dari 12 kecamatan masing-masing untuk Kecamatan Tawangsari 114 orang, Sukoharjo 114 orang, Mojolaban 81 orang, Bendosari 128 orang, Grogol 120 orang, Gatak 91 orang, Weru 154 orang, Bulu 82 orang, Polokarto 123 orang, Baki 82 orang, Nguter 111 orang, dan Kecamatan Kartasura 76 orang.

Dikutip dari situs resmi Pemkab Sukoharjo, program bantuan uang duka digulirkan oleh bupati, total anggaran hingga saat ini sudah mencapai nilai Rp 73,5 miliar. Dengan rincian tahun 2011 Rp 9 miliar, tahun 2012 Rp 3,78 miliar, tahun 2013 Rp 10,110 miliar, tahun 2014 Rp 9,978 miliar, tahun 2015 Rp 12,93 miliar, tahun 2016 Rp 9,135 miliar, tahun 2017 Rp 8,739 miliar, tahun 2018 sebesar Rp 7,662 miliar, dan tahun 2019 Rp 3,328 miliar.