Ada Lakon Karang Gading Sukowati di Malam HUT Kabupaten Sragen Tahun Ini

Kabupaten Sragen menggelar ketoprak humor dalam rangka peringatan HUT ke-273 tahun. Pemain ketoprak tersebut diperankan oleh para pejabat teras Kabupaten Sragen. (Foto: jatengprov.go.id)

Sragen – Agenda HUT ke-273 Kabupaten Sragen diwarnai dengan gelaran pentas ketoprak humor yang merupakan salah satu rangkaian acara milad. Ketoprak dengan lakon “Karang Gading Sukowati” itu diselenggarakan di Alun-alun Sasono Langen Putro Sragen dan diisi oleh pejabat teras Kabupaten Sragen, serta dimeriahkan oleh bintang tamu Marwoto Kewer dan Yati Pesek.

Dalam gelaran ketoprak pada Kamis (2/5/2019) tersebut, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati berperan sebagai Nyai Demang, sedangkan Wakil Bupati Dedy Endriyanto sebagai Wongso (Lurah Karang Gading terpilih). Sementara itu, jajaran Forkopimda berperan sebagai Punggawa Kademangan, Marwoto Kewer sebagai Pranoto (Suami Nyai Demang), dan Yati Pesek sebagai istri Wongso.

Ketoprak humor ini mengisahkan tentang sebuah kabupaten yang dipimpin Nyai Demang. Di suatu kelurahan yang bernama Karang Gading, muncullah konflik saat pemilihan lurah. Salah satu calon tidak terima atas terpilihnya Pak Wongso sebagai Lurah Karang Gading.

Konflik ini berdampak pada hubungan percintaan putra dan putri kedua calon tersebut yang tidak mendapat restu dari orang tua masing-masing. Namun, pada akhirnya Nyai Demang berhasil mempersatukan mereka, sehingga pasangan tersebut bisa segera menikah dan kedua pihak yang berseteru bisa berdamai kembali. Kisah ini berpesan agar seluruh elemen masyarakat bisa guyub dan rukun setelah pemilihan umum, apapun itu hasilnya.

Masyarakat sangat terhibur dengan hadirnya pejabat teras Kabupaten Sragen sebagai pemeran ketoprak. Totalitas dari para pemain ketoprak mengundang gelak tawa penonton di alun-alun malam hari itu.

Media Cooling System Pascapemilu

Dalam sambutannya, Bupati Sragen mengatakan, peringatan hari jadi Kabupaten Sragen tahun ini menjadi momentum untuk melakukan perubahan. “Bukan saja demi kepentingan pribadi, keluarga, dan masyarakat, tetapi juga bagi nilai-nilai kemanusiaan dalam ruang lingkup yang lebih luas,” terang Kusdinar melalui portal resmi Pemprov Jawa Tengah, Jumat (3/5/2019).

Penyelenggaraan ketoprak ini, lanjut bupati, bertujuan sebagai salah satu media cooling system setelah pemilu sekaligus sebagai bentuk terima kasih kepada warga Sragen yang telah menggunakan hak pilih dengan capaian sebanyak 80% partisipan.

“Ini menandakan bahwa kita semua sudah mengerti arti demokrasi yang sesungguhnya, dan saya berharap agar masyarakat ikut menjaga situasi pascapemilu, supaya Kabupaten Sragen tetap guyub rukun,” sambungnya.

Add Comment