Andriyani: Rakyat Sejahtera Salah Satu Ukuran Keberhasilan Dakwah

Caleg PDIP Dapil IV Wonogiri, Andriyani, dalam sebuah kunjungan ke warga. (Albicia Hamzah)

TIRTOMOYO, Wonogiri — Rakyat yang sejahtera merupakan salah satu ukuran keberhasilan dakwah. Pencapaian kesejahteraan rakyat dapat dilakukan dengan berpolitik. Politik kesejahteraan bertumpu pada dukungan dan kepercayaan rakyat. Kepercayaan tersebut memberi ruang besar kepada dakwah islamiah.

Pandangan tersebut disampaikan Andriyani, Calon Legislatif (Caleg) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Wonogiri Daerah Pemilihan (Dapil) IV, untuk Batuwarno, Tirtomoyo, Jatiroto, Jatisrono, dan Karangtengah. Ditemui di rumahnya, Tirtomoyo, Andriyani memaparkan sejumlah gagasannya tentang kemanunggalan dakwah dan orientasi politik yang pro-rakyat.

“Islam yang saya pelajari dan sesuai keyakinan saya adalah Islam tidak mengenal pengotak-kotakan bidang kehidupan. Islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia secara utuh dan komprehensif. Bidang politik termasuk di dalamnya,” ujarnya penuh semangat.

Sepintas, politik dan dakwah tampak tidak bersinggungan langsung, bahkan berbeda secara diametral. Namun, sebagai risiko sebuah pilihan, Andriyani berusaha sepenuhnya memadukan napas Islam dan moralitas politik dalam bingkai kesejahteraan rakyat.

“Sering kita dengar bahwa dunia politik adalah dunia kepura-puraan. Di sana tidak ada ketulusan dan kesejatian. Di sana hanya ada kepentingan. Politik dikesankan kotor, penuh dengan muslihat, kebohongan, dan kemunafikan. Kata banyak orang, manipulasi dan ketidakjujuran adalah asam garamnya dunia politik. Pada suatu waktu, politisi bisa pura-pura tersenyum ramah kepada orang yang dibenci, yang hendak dijatuhkannya. Dan pada saat yang tidak lama kemudian, berubah menjadi pendukung yang sangat setia,” begitu gambarannya.

Pernyataan-pernyataan serupa sering kali terdengar di tengah-tengah masyarakat. Politisi kelahiran 1 Januari 1970 itu mengaku, memang ada benarnya.


Caleg PDIP Dapil IV Wonogiri, Andriyani. Politik kesejahteraan rakyat menjadi bagian dakwah. (Albicia Hamzah)

“Yang menjadi keprihatinan saya bahwa pandangan seperti itu banyak penganutnya di beberapa kalangan masyarakat, juga di negeri Pancasila yang katanya religius ini. Dengan keyakinan seperti itu, bisa dibayangkan betapa bahayanya. Sebab, orang akan berpikir bahwa dalam politik, perilaku kotor semacam itu dianggap sebagai hal lazim dan sah-sah saja,” tutur Caleg PDIP yang sehari-hari bekerja di Klinik Soemarmo Husada Tirtomoyo Bagian Administrasi Keuangan ini.

Menurutnya, dalam berpolitik, bisa jadi, orang yang baik, pintar, jujur, lurus, santun, dan bahkan mumpuni justru dianggap sebagai aneh dan anakronistis atau salah peran, atau mungkin, dinilai bodoh.

“Kalau memang benar demikian adanya, alangkah jahatnya kehidupan berpolitik. Di sinilah perlunya moralitas agama,” tandas anak pertama dari pasangan berpengaruh di Tirtomoyo, yakni (alm) Sholeh Harsono dan Suharsi atau akrab disapa Bulik Widhi tersebut.

Kekhasan Tirtomoyo, Jalan Penting Menuju Kesejahteraan

Lebih detail, sebagai Caleg, Andriyani berusaha memetakan potensi daerah yang dapat diolah dan diperjuangkan. Kekhasan suatu daerah, bila ditangani dengan tepat, dapat menjadi jalan penting menuju kesejahteraan warganya. Gegap gempitanya informasi dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menautkan beragam potensi agar bernilai guna dan manfaat lebih baik.

“Batik khas Wonogiri, atau bisa juga disebut ‘batik wonogiren’ berkembang pesat di Tirtomoyo. Kahyangan, Pasujudan Panembahan Senopati, secara historis, sangatlah penting bagi perjalanan Kesultanan Mataram Islam. Belum lagi potensi bahan tambang, galian logam dan non-logam, yang tersebar di beberapa titik, tidak hanya di Tirtomoyo,” ungkapnya.

Beberapa potensi daerah ini, sambung Andriyani, membutuhkan penanganan kompeten dari banyak pihak, terutama pemerintah, pakar, praktisi, dan warga. Selanjutnya, sinergi dan kolaborasi sangatlah penting, mengingat banyak kendala yang tidak dapat dihadapi oleh salah satu pihak.

“Saling paham antar-kalangan bukanlah pekerjaan mudah. Namun, dengan kepercayaan dan bukti nyata, bukan hal mustahil, Tirtomoyo dan daerah sekitarnya, lantas berubah menjadi kawasan berkarakter yang dapat meningkatkan taraf hidup warganya,” tutupnya.

Add Comment