Matur Dokter, Aplikasi Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Klaten

Peluncuran aplikasi Matur Dokter oleh Dinas Kesehatan Bersama Bupati Klaten Sri Mulyani, Losmenan, Klaten, Minggu (16/12/2018). (Foto : Humas Klaten)

LOSMENAN, Klaten – Belum lama ini, Pemerintah Kabupaten Klaten melakukan terobosan penting. Membidik pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat, terutama penanganan persoalan gawat darurat, Dinas Kesehatan meluncurkan aplikasi ‘Matur Dokter’, Minggu (16/12/2018) di Alun-Alun Klaten. Acara launching dihadiri Bupati Klaten dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkominda).

Menurut Bappenas Pembangunan kesehatan dan gizi masyarakat pada RPJMN 2015-2019 diarahkan untuk mendukung Program Indonesia Sehat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan dan gizi masyarakat. Program Indonesia Sehat yang digaungkan pemerintah salah satunya adalah menyangkut soal Meningkatkan akses pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas.

Pelayanan Kesehatan telah menjadi bagian dalam pemenuhan Standar pelayanan Perkotaan. Disingkat SPP yakni Perwujudan Kota Layak Huni, Aman, dan Nyaman; Perwujudan Kota Hijau yang Berketahanan Iklim dan Bencana serta Perwujudan Kota Cerdas dan Berdaya Saing. Diskursus Smart City telah digagas dan tumbuh diberbagai kota di Indonesia sebagai bentuk perwujudan pembangunan kota berkelanjutan yang digagas oleh Kementrian PPN/Bappenas.

Menurut Bupati Klaten Sri Mulyani Aplikasi Matur Dokter tersebut diharapkan dapat memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan. Ujarnya dalam website resmi Pemkab Klaten.

“Aplikasi Matur Dokter akan lebih mendekatkan dan memudahkan petugas pelayanan Kesehatan dengan masyarakat di Kabupaten Klaten dan Aplikasi Matur Dokter bisa didownload melalui Playstore di HP Android,” imbuhnya.

Dalam sambutan tertulis Menteri Kesehatan Prof Dr Nila Farid Moeloek yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Jaka Sawaldi pada upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 53 tahun 2017 di halaman Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr RM Soedjarwadi Danguran Klaten Selatan , permasalahan kesehatan yang masih terjadi di Indonesia diantaranya masih tingginya angka kematian ibu, tingginya angka kurang gizi, penyakit menular dan tidak menular.  

‘’Kondisi tersebut harus segera diselesaikan jika kita ingin meningkatkan kualitas hidup saat ini dan masa datang. Kepala dinas kesehatan dan kepala Puskesmas agar mengerahkan segala potensi yang dimiliki untuk  menyelesaikan permasalahan tersebut.’’ Tandasnya dalam berita di website pemkab klaten.

Akses Digital dan Akreditasi

Benang kusut permasalahan kesehatan diuraikan dengan baik oleh pemerintah Kabupaten Klaten lewat Dinas Kesehatannya yakni Kepala Dinas Kesehatan Cahyono W menjelaskan dalam aplikasi Matur Dokter user dapat memperoleh informasi serta melakukan pengaduan dan konsultasi tentang masalah kesehatan kepada petugas.

“Dalam aplikasi Matur Dokter terdapat berbagai fitur yang lebih mempermudah user untuk mengakses informasi kesehatan, panggilan darurat, informasi pelayanan kesehatan di rumah sakit, berita kesehatan, tips kesehatan.” Tandas Kepala Dinas Kesehatan Cahyono.

Selain daripada peningkatan akses digital, Dinas Kesehatan Klaten pada tahun sebelumnya tengah mengadakan akreditasi Puskesmas di Kabupaten Klaten dengan 23 Puskemas terakreditasi dari 34 Puskesmas.

Ketua Tim Penilai dokter Khairul Anwar mengatakan, maksud dan tujuan akreditasi adalah untuk meningkatkan tata kelola Puskesmas dalam penyelenggaraan dan upaya pelayanan kesehatan, meningkatkan mutu/kinerja Puskesmas dalam pelayanan dan keselamatan pasien dan meningkatkan perlindungan bagi masyarakat dan lingkungan. Ungkapnya dalam situs resmi Pemerintah Kabupaten Klaten..

Add Comment