Lakukan Inovasi Digital dan Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Pemkab Sragen Sabet Enam Penghargaan

Penghargaan yang diterima Pemerintah Kabupaten Sragen atas Pelayanan Publik, Kepedulian HAM, dan Inovasi Digital. (Foto : Humas Pemkab Sragen)

Sragen – Desember menjadi akhir tahun gemilang, Kabupaten Sragen mampu menyabet 6 penghargaan sekaligus dalam kurun waktu 7 hari. Dilansir dari situs resmi Kabupaten Sragen, 6 penghargaan tersebut dari bidang pelayanan publik, hukum, dan teknologi dan informasi.

Penghargaan tersebut diantaranya, Penghargaan IT Telco kategori TOP IT Implementation Regency Government 2018 dari Majalah IT Works (06/12/2018), Predikat Kepatuhan Tinggi dari Ombudsman RI (10/12/2018), Bhumandala Award 2018 dari Badan Informasi Geospasial, peringkat Bhumandala Ariti (11/12/2018), Kabupaten Peduli HAM 2017 dari Kemenkumham (11/12/2018), Penghargaan Anugerah Indeks Daya Saing Daerah tingkat provinsi Jateng 2018 kategori Ekosistem Inovasi (11/12/2018), dan Penghargaan Digital Inclusion Award 2018 dari Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) (13/12/2018).

Inovasi Digital

Bersumber pada inovasi digital yang dilakukan oleh Pemkab Sragen pada Sistem Informasinya, mempermudah publik dalam mengakses data dan pelayanan dari pemerintah. Salah satu Dinas yang melakukan inovasi digital yakni Dinas Sosial mengembangkan SIMPROHA (Sistem Informasi Manajemen Program Keluarga Harapan) yang berfungsi mengevaluasi ulang peserta setelah masa enam tahn keanggotaan untuk mendapatkan data valid guna program pendampingan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dapat lebih tepat sasaran.

Selain itu, guna meningkatkan minat baca masyarakat, Dinas Arsip dan Perpustakaan meluncurkan SI BASWAY (Sistem Informasi Berbasis Sms Gateway) yang terintegrasi dengan INLIS (integrated library system) untuk memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat secara cepat.

Atas inovasi digital yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sragen mendapatkan Penghargaan Digital Inclusion Award 2018 dari Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) (13/12) dan TOP IT & TELCO 2018 Kategori Penghargaan “TOP IT Implementation on Regency Government 2018” dari majalah IT Works.

Menurut Sekdin Kominfo Sragen, Kabupaten Sragen memang dinilai berhasil menerapkan teknologi informasi yang terintegrasi untuk memberikan pelayanan penuh kepada masyarakat. “Sragen juga dinilai berhasil mengintegrasikan aplikasi lokal governmentantara SIMDA, SIMDUK, SIMPEG, e-planning serta SIM kemiskinan dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang efektif, efisien dan transparan,” tambahnya dalam situs resmi pemkab Sragen.

Pemanfaatan internet dan teknologi tidak berhenti sampai disitu saja. Pemerintah Sragen atas perhatiannya terhadap pembangunan yang terintegrasi dan berimbang sesuai dengan menciptakan Ketetapan Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres-RI) Nomor 9  Tahun 2016, tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta pada Tingkat Ketelitian Peta Skala 1:50.000. Pemkab Sragen berhasil mengembangkan Geoportal untuk mengelola data geospasial daerah Kabupaten Sragen dengan portal website geoportial.sragenkab.go.id atau melalui aplikasi Ibu Sukowati di Playstore.

Atas keberhasilan tersebut, Pemkab Sragen mendapatkan penghargaan Bhumandala Award 2018 peringkat Bhumandala Ariti kategori Kabupaten/Kota dari Badan Informasi Geospasial (BIG).

Kesuksesan dalam melakukan inovasi-inovasi membawa Pemkab Sragen meraih Penghargaan Anugerah Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) tingkat provinsi Jateng 2018 kategori Ekosistem Inovasi. Dari indeks itu diketahui tingkat produktivitas, kemajuan, dan kemandirian tiap daerah. seiring pemberlakuan IDSD, maka terpetakan daya saing setiap kabupaten/kota. Dalam laman resmi kemendagri pada IDSD digunakan 12 pilar, yakni kelembagaan, pendidikan dan pelatihan, efisiensi pemasaran produk, pasar tenaga kerja, pasar finansial, tingkat kesiapan teknologi, ukuran pasar, kecanggihan bisnis, dan inovasi.

Peduli HAM dan Pelayanan Prima

Disisi lain Pemkab Sragen berupaya memenuhi kebutuhan dasar bagi masyarakatnya. Cukup banyak kebijakan pemerintah untuk mendukung hak asasi masyarakatnya mulai dari hak atas kesehatan, hak atas Pendidikan, hak atas perempuan dan anak, hak atas kependudukan, hak atas di bidang pekerjaan, hak atas di bidang perumahan yang layak dan hak atas di bidang lingkungan yang berkelanjutan, serta ada kriteria lain yaitu Implementasi aksi HAM 2017-2018, seperti unggahan disitus resmi Pemkab Sragen.

Pemenuhan atas hak warganya membuat Pemkab Sragen mendapat penghargaan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagai Kabupaten peduli Hak Asasi Manusia tahun 2017 dengan skor 92,52 bersama 80 Pemkot/Pemkab lainnya.

Pemberian standart dan penghargaan kepada kabupaten/kota di Indonesia, menurut Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly bertujuan untuk memotivasi dan mendorong realisasi pemenuhan hak-hak dasar masyarakat, sebagaimana dimuat dalam laman resmi Kemenkumham.

Terakhir, penghargaan atas pelayanannya yang prima Pemkab Sragen diberikan Ombudsman. Hal ini dibuktikan dengan nilai 82,05 atas kepatuhan kepatuhan terhadap standar pelayanan sesuai Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik Tahun 2018.

Didukung pada tahun sebelumnya, Sragen ditunjuk sebagai kebupaten percontohan dalam bidang pelayanan Kependudukan. Menurut Haryanto Wahyu Lwiyanto, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Sragen, “Di tahun 2017 Sragen ditunjuk sebagai Kab/Kota percontohan diantara 50 Kab / kota se Indonesia, dengan pertimbangan Sragen telah mencapai diatas rata-rata nasional dalam  pelayanan kependudukan,” ungkapnya dalam laman resmi Pemkab Sragen.