Kunker ke Wonogiri, Menko Perekonomian Luncurkan KUR Peternakan Rp8,9 Miliar

Kunjungan Kerja Menko Perekonomian Darmin Nasution ke Desa Kebonagung, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, Kamis (6/12/2018). (Humas Setda Wonogiri)

KEBONAGUNG, Sidoharjo — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, meluncurkan Kredit Usaha Kecil (KUK) peternakan rakyat sebesar Rp8,9 miliar untuk diberikan kepada 69 anggota kelompok peternakan rakyat. Peluncuran dilaksanakan bersamaan dengan kunjungan kerja (kunker) ke Desa Kebonagung, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, Kamis (6/12/2018).

Turut hadir dalam kunker, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir, Wakil Bupati Wonogiri Edy Santoso, perwakilan kementerian/lembaga terkait, direksi BUMN/BUMD/Swasta Nasional, kelompok tani/ternak, serta perwakilan BUMP di seluruh Indonesia.

Menko Darmin mengimbau kepada bank atau penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk turut mendukung KUR khusus peternakan rakyat dengan membantu peternak menyelesaikan persyaratan seperti Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan dokumen pendukung lain dalam mengajukan KUR.

“Kekurangan persyaratan justru harus dibantu oleh bank, mengingat terbatasnya pengetahuan peternak kecil terhadap KUR ini,” ujarnya, dirilis Humas Setda Wonogiri.

Bank penyalur KUR khusus peternakan rakyat yang ditunjuk adalah Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank Jateng, dan Bank Sinarmas, dengan offtaker PT Widodo Makmur Perkasa dan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT Pengayom Tani Sejagat.

Perjalanan program KUR sejak lahir hingga sekarang telah mengalami berbagai perubahan perbaikan. Sejak diluncurkan pada 2007-2014, KUR iberikan dengan skema Iuran Jasa Penjaminan (IJP) dengan suku bunga relatif tinggi, yaitu sebesar 24% untuk KUR Mikro dan 13% untuk KUR Ritel.

Pada 2015, terjadi perubahan skema subsidi bunga dengan suku bunga sebesar 12%. Selanjutnya, sejak 1 Januari 2018, suku bunga tersebut diturunkan pada titik terendah sebesar 7%.

Apabila diakumulasi, pemberian KUR dengan sistem subsidi bunga sejak tahun 2015 hingga 31 Oktober 2018 telah mencapai Rp317 triliun dengan baki debet Rp132 triliun. Realisasi KUR tersebut disalurkan kepada 13,3 juta debitur dengan rasio kredit macet (Non Performing Loan/NPL) di level 1,24%.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan perlunya akses modal dan pendampingan.

“Jika akses modal sudah mudah, kucuran dana juga ada, pendampingan sudah siap, tinggal masyarakat yang mau terus berlatih agar makin terampil. Maju, makmur, dan sejahtera itu kuncinya cuma satu, yaitu mau. Kalau mau, pasti bisa,” ucap Ganjar.

Kambing, Terbanyak

Menurut data Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Kabupaten Wonogiri tahun 2015, ternak kambing masih dominan. Jumlah totalnya mencapai 511.181 ekor. Kismantoro menjadi kecamatan dengan ternak kambing terbanyak, yakni 67.846 ekor.

Setelah kambing, sapi potong menempati urutan kedua, dengan jumlah ternak 157.468 ekor. Eromoko menjadi kecamatan dengan ternak sapi potong terbesar, yakni 13.200 ekor, disusul Pracimantoro sebanyak 13.162 ekor.

Pada urutan ketiga, ditempati ternak domba dengan jumlah 133.227 ekor. Lagi-lagi, Eromoko menjadi kecamatan dengan ternak domba terbanyak, yakni 12.828 ekor, diikuti Baturetno sebanyak 10.990 ekor.

Selain tiga ternak tersebut, ada pula kerbau dan babi, tapi angkanya tidak terlalu signifikan. Jumlah total ternak kerbau sebesar 167 ekor, dengan konsentrasi terbanyak sejumlah 55 ekor di Kecamatan Jatipuro. Jumlah ternak babi sebanyak 8.995 ekor. Jatisrono menjadi kecamatan peternak babi terproduktif dengan jumlah ternak sebanyak 3.602 ekor, disusul Slogohimo 1.617ekor.