Kementerian Perdagangan Gelar Pameran UMKM di Solo

Masyarakat berkunjung pada pagelaran UMKM di Laweyan, Surakarta Minggu (23/12/2018) (Foto : Humas Pemkot Surakarta)

Laweyan, Surakarta — Hiruk pikuk warga Solo ikut meramaikan pameran UMKM di Sriwedari. Pameran yang digelar oleh Kementrian Perdagangan merupakan pameran pamungkas di tahun 2018. Dinas Perdagangan Kota Surakarta mendukung penuh acara yang digelar Pada hari Sabtu hingga minggu tanggal 22-23/12/2018 tersebut dari pukul 06.00 sampai 22.00.

Acara pameran yang diramaikan dengan hiburan musik, pertunjukan budaya dan pertunjukan fashion tersebut menjadi magnet warga solo dan sekitarnya dari hanya sekedar untuk menghabiskan weekendnya maupun memang benar-benar tertarik melihat produk-produk kreatif UMKM asli Solo.

Acara tersebut diikuti sekitar 50 UMKM Solo secara gratis, seperti dilansir di surakarta.go.id. yakni Komunitas Solo Kuliner, Komunitas Gladag Langen Bogan (Galabo), Komunitas Juminten, UMKM Ngarsopuro dan UMKM binaan Pemkot Surakarta dari Dinas Perdagangan dan Dinas Pariwisata. Produk-produk yang dipamerkan beraneka macam mulai dari kain tradisional, kerajinan tangan, hingga berbagai macam kuliner khas daerah.

Perkuat Industri Kreatif

Acara Pameran UMKM di Solo hanyalah rangkaian pameran terakhir pada tahun ini dari program Kementrian Perdagangan. Sebelumnya, pada bulan yang sama tanggal 18-19 di Hartana Mall, Sukoharjo terselenggara kegiatan yang sama. Eva Yuliana selaku Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Antar Lembaga menyatakan “UMKM Expo ini bertujuan mengenalkan UMKM kepada masyarakat dan memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat tentang diferensiasi produk-produk UMKM. Selain itu juga untuk menumbuhkan rasa, cipta, dan karya yang kreatif sehingga dapat bersaing. Melalui pameran ini, setiap pelaku UMKM juga dapat saling bersilaturahmi dan menyosialisasikan produk-produknya,” ujarnya dalam siaran pers kemendag.

Eva menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen menjamin kemudahan berusaha bagi UMKM, menjaga ketersediaan bahan baku dan keseimbangan harga, dan mempromosikan produk-produk UMKM potensial.

Industri Kreatif saat ini memberikan sumbangan besar dalam perekonomian Indonesia. Bekraf mengungkap pada tahun 2016 ekonomi kreatif Indonesia telah memberikan kontribusi sebesar Rp. 922,59 triliun (atau US $ 66,61 Miliar) atau menyumbang 7,44% dari PDB Indonesia.

Melihat peran industri kreatif yang besar, Kementerian Perdagangan membuat media promosi lewat portal digital melalui http://portal-indonesia.id.

Selain dalam permasalahan promosi, Pemerintah memberi dukungan dengan mengeluarkan regulasi yang dinilai sesuai aturan-aturan dalam Ekonomi Kreatif yaitu UU No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM, UU No. 33 Tahun 2009 tentang Perfilman, UU No. 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian,UU No 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, dan UU No 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Regulasi tersebut dapat mendorong dengan memberikan jaminan perlindungan karya kreatif dan dorongan pengembangan Industri kreatif.

Lebih dari itu Bekraf lembaga pemerintah non Kementrian bekerja sama dengan Universitas Sebelas maret mengurangi sektor informal dibidang UMKM dan Industri kreatif agar memayungi diri dalam perlindungan hukum dengan meluncurkan buku panduan usaha kreatif agar usaha dapat lisensi berbadan hukum dan berkembang ke pasar dunia.