Cegah Intoleransi, Pemkab Sukoharjo Sosialisasikan Bela Negara

Wakil Bupati Sukoharjo, Purwadi (di tengah) khusyuk saat pembacaan doa dalam acara sosialisasi bela negara di Pendopo Graha Satya Praja, Sukoharjo, Jum’at (21/12/2018). (Foto : Humas Setda Sukoharjo)

Pendopo Graha Satya Praja, Sukoharjo – Menggelegar, paparan materi bela negara yang disampaikan oleh Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi. Dengan suara lantang dan berapi-api ia menyampaikan materi bela negara. Acara sosialisasi bela negara dengan tema : Membangun Karakter Bangsa Dalam Bingkai NKRI, di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) Setda Kabupaten Sukoharjo, Jum’at (21/12/2018) itu diusung oleh Kesatuan dan Kebangsaan Politik Sukoharjo. Ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat organisasi masyarakat, kepemudaan, keagamaan, dan tokoh masyarakat Sukoharjo mewarnai acara tersebut.

Dalam sambutan Bupati Sukoharjo Wardoyo yang diwakilkan Wakil Bupati, Purwadi, menyampaikan memberikan apresiasi kegiatan dari Kesbangpol. “Pada acara ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat bela negara khususnya bagi generasi muda. Agar menjadi bangsa yang kuat, berdaulat dan bermartarbat dalam kerangka NKRI,” terang Wakil Bupati Sukoharjo membacakan teks sambutan.

Mengingat tuturan AKBP Iwan Saktiadi pada acara tersebut, Kabupaten Sukoharjo mendapatkan label merah terhadap persoalan intoleransi. Meski demikian ia masih percaya dan yakin kerukunan bangsa terutama Sukoharjo akan terjaga dengan bantuan dari lembaga-lembaga non pemerintah. Ia menyebutkan Kokam, Banser, Pemuda Pancasila beserta tomas dan ormas lain jika turut andil dalam menjaga persatuan dan keamanan, ia yakin tidak akan ada yang berani membuat kerusuhan di Sukoharjo.

“Kondisi bangsa kita yang beraneka ragam dan masih berjalan dengan kerukunan tidak seperti bangsa dan negara lain, maka perlu dijaga dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Mencerdaskan Masyarakat

Sebagai upaya pencegahan dan benteng utama filter terhadap intoleransi dimasyarakat Ketua Penyelenggara Gunawan Wibisono selaku juga Kepala Kesbangpol Sukoharjo menyampaikan tujuan diadakan acara ini. “Penyelenggaraan kegiatan ini dalam rangka menanamkan rasa kecintaan terhadap bangsa dan negara dengan jiwa patriotisme melalui rasa solidaritas seluruh elemen masyarakat, menciptakan rasa rukun, damai dan harmonis dalam masyarakat serta bertujuan untuk meningkatkan solidaritas dalam bela negara masyarakat,” ucapnya dalam sambutan disitus resmi Pemkab Sukoharjo.

Kecintaan terhadap tanah air Ustaz Abu Tholud pemateri lain memberi pendapat “Hubbul wathon minal iman, secara hadits tidak ada sanad, tapi perkataan ulama. Namun secara maknawi mencintai kampung halaman itu wajib dengan menjaga keadilan dan kesejahteraan,” terangnya saat menyampaikan materi.

Selain memberikan paparan tentang pentingnya kecintaan terhadap tanah air. Ustaz Abu Tholud menyampaikan salah satu penyebab mudahnya masyarakat terseret radikalisme dan intoleran adalah ketidaktahuan. Menurutnya perlu kajian ilmiah dan mendasar kepada masyarakat tentang gerakan-gerakan radikal.

Seperti diungkap oleh lipi kepada tempo.co salah satu penyebab kelompok radikal bisa menyebar dengan luas dimasyarakat disebabkan janji finansial dan propaganda politik yang menarik. Oleh karena itu AKBP Iwan bersepakat bahwa memberikan pemahaman dan mencerdaskan masyarakat terhadap paparan propaganda radikalisme sangat penting. “Hal ini merupakan upaya yang bersifat pencegahan terhadap gerakan radikal,” tandasnya.

Add Comment