Kepsek Sukarno, Jadikan SMA Negeri 1 Plupuh Kawah Candradimuka Inovator Muda

AMPUH – Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Plupuh, Sukarno. (Foto: Hanifatul Hijriati)

Plupuh, SURAKARTADAILY.COM ** Ia yakin bahwa setiap anak dalam kondisi apa pun mampu menjadi seorang inovator, asalkan memperoleh bimbingan yang tepat dari guru. Tangan dinginnya berhasil memberi pengaruh signifikan bagi SMA Negeri 1 Plupuh, tempat ia mengabdi sebagai Kepala Sekolah (Kepsek), menjadi kawah candradimuka bagi inovator muda. Mari berkenalan dengan Kepsek Sukarno.

Berdiri sejak 2008, SMA Negeri 1 Plupuh Kabupaten Sragen kini memiliki 231 siswa. Berupaya terus mengejar ketertinggalan dari seluruh SMA, baik negeri maupun swasta se-Kabupaten Sragen, sebagai SMA Negeri termuda yang didirikan Bumi Sukowati, SMA Negeri 1 Plupuh ternyata mampu merebut penghargaan bergengsi pada tingkat eks-Karesidenan Surakarta.

Belum lama ini, SMA Negeri 1 Plupuh berhasil meraih juara utama pada ajang Kreasi dan Inovasi (Krenova) 2017 se-eks Karesidenan Surakarta. Dua hasil inovasi yang mengantarkan SMA Negeri 1 Plupuh menjadi juara utama ialah Tabung Penggorengan Anti Kolesterol dan Inovasi Telur Asin Tiga Jam. Ada tiga karya inovasi dari SMA Negeri 1 Plupuh yang ditampilkan, yaitu Telur Asin, Tabung Penggorengan Anti Kolesterol, dan Kue Anti-Diabetes.

Prestasi para siswa SMA Negeri 1 Plupuh dalam menjuarai ajang Krenova 2017 tentu saja mencengangkan publik, karena mampu mengalahkan sekolah unggulan lain. Mencuatnya SMA Negeri 1 Plupuh sebagai pemenang ajang kreasi dan inovasi bukanlah hasil kerja sesaat. Salah satu pendorong di balik layar atas keberhasilan itu adalah Kepsek Sukarno.

Dalam keterbatasan fasilitas, berhubung SMA Negeri 1 Plupuh adalah SMA negeri termuda dengan input siswa yang terbatas, Sukarno berupaya agar sekolah yang ia pimpin bisa menonjolkan potensinya dalam berinovasi. Ia menuturkan, tidak ada syarat khusus bagi siswa untuk berhasil dalam inovasi.

“Menurut saya, untuk menjadi inovator, cukup ada kemauan dan berani melakukan trial and error. Ketika anak berproses itulah belajar yang sesungguhnya,” ujar Sukarno mantap.

Sukarno sendiri mencapai karier sebagai kepala sekolah dalam usia yang masih cukup muda. Menurut ayah tiga anak kelahiran 15 Desember 1971 ini, memupuk rasa percaya diri pada siswa adalah hal paling mendasar agar siswa terus termotivasi melakukan inovasi.

Dalam menakhodai SMA Negeri 1 Plupuh, Sukarno mengunggulkan slogan AMPUH untuk sekolahnya, merupakan akronim dari Aktif, Mandiri, Prestatif, Unggul, dan Hebat.

Aktif merupakan wujud keaktifan dalam beribadah dan berbuat kebaikan. Mandiri berarti mampu menyelesaikan masalah dengan kemampuan sendiri. Prestatif yaitu segala aktivitas yang dilakukan berorientasi pada prestasi. Unggul berarti mampu beradaptasi pada lingkungan dan perubahan yang terjadi. Hebat ditunjukkan dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat.

JUARA – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyerahkan penghargaan kepada Guru SMA Negeri 1 Plupuh, Joko Susilo, atas Inovasi Telur Asin Tiga Jam yang meraih Juara Utama di Krenova Jateng 2017, di Pekalongan. (Foto: SMA Negeri 1 Plupuh)

Untuk mewujudkan program sesuai dengan slogan tersebut, Sukarno menggerakkan seluruh penyaluran minat dan bakat siswa melalui penguatan ekstrakurikuler berbasis penelitian dan kewirausahaan.

Untuk itu, kepala sekolah yang pernah menyabet Juara 1 Olimpiade Guru Biologi se-Jawa Tengah pada 2013 ini memberikan dukungan dan pendampingan sepenuhnya pada kegiatan siswa dalam pembimbingan dan penyediaan sarana, prasarana, juga dana.

Guru Berprestasi

Kiprah Kepsek Sukarno dalam pengembangan karya ilmiah dan inovasi siswa diawali semenjak ia masih guru Biologi SMA Negeri 1 Sukodono Sragen. Pada 2009 dan 2010, ia berhasil membimbing inovasi siswa hingga tingkat provinsi, berupa pemanfaatan limbah sekam padi untuk membuat briket bahan bakar serta pestisida organik dari pohon Jenu untuk membasmi hama keong emas. Keduanya mencapai finalis di tingkat Jawa Tengah.

Kecintaannya pada dunia ilmu pengetahuan membuatnya tergerak menjadi seorang motivator dan pembimbing siswa SMA dalam mengembangkan potensi, menciptakan inovasi. Lulus dari pendidikan S2 Ilmu Lingkungan Hidup di Universitas Sebelas Maret, Sukarno semakin mantap menekuni bidang kajian ilmiah dan karya ilmiah.

Sebelum mencapai puncak karier sebagai kepala sekolah, Sukarno memperoleh penghargaan Internasional Agilent Teacher Award tahun 2010 dari Intel International Science and Engineering Fair (IISEF), sebuah penghargaan bergengsi dari ajang internasional untuk guru yang berprestasi pada bidang pengetahuan alam.

Prestasi serta kompetensinya yang sangat baik tersebut mendukung karier Sukarno mencapai jabatan kepala sekolah, setelah melalui berbagai ujian. Sebelumnya, ia pernah berkesempatan menjabat Kepala Sekolah Sragen Bilingual Boarding School, Gemolong.

Berkaitan dengan tren gaya hidup generasi sekarang atau sering disebut dengan Generasi Z, Sukarno berharap agar para remaja mampu menggunakan teknologi informasi untuk kebaikan, sebagai sumber ilmu pengetahuan dan teknologi. Mengenai konsep inovasi, Sukarno memberikan konsep berpikir menjadi inovator.

“Generasi Z harus mampu menciptakan suatu inovasi apa pun yang mampu menyelesaikan masalah, sebelum masalah muncul. Dan mampu menciptakan pekerjaan, sebelum pekerjaan itu dibutuhkan. Itulah konsep inovasi sesungguhnya,” pungkas Sukarno bersemangat.