Melon dari Jepang Mulai Dikembangkan di Wonogiri

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo mengunjungi perkebunan melon beberapa waktu lalu. (SUmber: PPID Pemkab Wonogiri)

Eromoko, SURAKARTADAILY.COM ** Sebagai salah satu daerah penghasil buah melon dengan varietas bagus, Wonogiri kini mencoba untuk mengembangkan melon jenis baru. Varietas baru tersebut bibitnya berasal dari luar negeri. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Wonogiri melalui Kepala Seksi Hortikultura Joko Riyanto.

“Varietas melon yang ditanam oleh petani kami saat ini adalah jenis Sakata dan Samired yang benihnya berasal dari Jepang,” terang Joko seperti dikutip situs resmi Pemkab Wonogiri.

Tanaman melon yang ditanam di Wonogiri ini pertumbuhannya dinilai cukup bagus khususnya di musim kemarau.  Pertumbuhan dan penyebaran hama tidak begitu mengkhawatirkan petani akan hasil panen nantinya. “Hama penyakit tidak banyak seperti pada musim penghujan,” terang Joko lebih lanjut.

Harga jual melon tergolong stabil dengan kisaran harga antara Rp,8.000- Rp,8.500 perkilogram. Untuk satu buah melon sendiri memiliki berat antara 1,8 kg hingga 3,3 kg. Selain memiliki harga stabil, petani juga hanya perlu menunggu selama dua minggu untuk dapat memanen hasilnya.

Hasil panen melon juga akan dipasarkan tidak hanya di wilayah Wonogiri dan sekitar, namun juga akan dipasakan hingga ke luar kota. “Belum lama ini kelompok Tani di Eromoko akan memasaran hasil panen bersama mereka ke Jakarta,” kata Joko.

Terkait dengan pembinaan bagi para petani, PPL terlibat langsung dalam aspek budidaya. Diharapkan akan mendapatkan hasil tanam yang baik. Untuk pupuk para petani menggunakan pupuk seni organik.