Kurangi Krisis Ekologi, FSRD UNS Ciptakan Kain Ramah Lingkungan

Mahasiswa FSRD UNS menggelar peragaan busana beberapa wkatu lalu. Acara  tersebut merupakan pengembangan dari proyek kurikulum berbasis Green Labs yang menggunakan bahan-bahan yang bersifat tahan lama atau sustain fashion. (Sumber: UNS).

UNS, SURAKARTADAILY.COM ** Mengurangi dampak krisis ekologi yang semakin berkembang, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) UNS partisipasi aktif dengan hasilkan kain yang berasal dari bahan alam berupa serat tanaman sansevieria dan kapas.

Seperti diberitakan laman UNS, proses pembuatan kain ramah lingkungan tersebut memakan waktu selama satu bulan. Para mahasiswa merajut secara manual serat-serat hingga membentuk kain utuh. Setelah itu, proses pewarnaan dan penciptaan motif juga menggunakan bahan alami.

“Untuk pewarnaan menggunakan bunga mawar, daun sirih, dan palawija untuk mempercantik kain yang telah di tenun,” ungkap Ratna Santosa selaku Produser Eco Fashion.

Untuk lebih memperkenalkan hasil karyanya kepada publik, mahasiswa FSRD mengemasnya dalam bentuk peragaan busana yang digelar beberapa waktu lalu. Kegiatan ini sendiri merupakan pengembangan dari proyek kurikulum berbasis Green Labs yang menggunakan bahan-bahan yang bersifat tahan lama atau sustain fashion.

“34 lembar kain yang ditampilkan merupakan karya dari UNS bekerja sama dengan berbagai pihak, Eco fashion sendiri merupakan salah satu produk yang bisa awet yang mengurangi limbah. Kami menyelesaikan semuanya sekitar satu setengah bulan,” terangnya seperti dikutip laman UNS.

Sementara itu Ahmad Adib selaku Dekan FSRD UNS memberikan apresisasi positif menganai peragaan busana ramah lingkungan ini.

“Peran secara kultural penting mengingat isu lingkungan dekat dan pada titik tertentu saling berkaitan dengan isu kebudayaan. Untuk itu, kegiatan ini hadir untuk membahas isu-isu lingkungan dengan pendekatan kebudayaan,” ujarnya.

Pentas Eco Fashion ini juga didukung penata artistik Putut H Pramana dan penari Quin Dorothea. Sebelumnya acara ini juga dimeriahkan dengan pameran senirupa di Solo Tekhnopark, seminar, dan konser musik kebangsaan.