GWO Akan Hadir dengan Desain Baru

United Cities and Local Government-Asia Pacific (UCLG ASPAC) menyerahkan hasil public space collaborative design workshop kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta beberapa waktu lalu. (Sumber: Pemkot Surakarta).

Laweyan, SURAKARTADAILY.COM ** Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari Solo direncanakan dibangun dengan konsep lebih modern. Mulai dari penataan ruang panggung, penataan akustik, tatanan kursi dan sebagainya. Desain bangunan yang baru pun sudah disiapkan.

Dilansir dari laman Pemkot Surakarta, Wali Kota Solo, F. X. Hadi Rudyatmo, mengatakan peningkatan kualitas bangunan GWO tersebut dilakukan guna meningkatkan kualitas pertunjukkan wayang orang Sriwedari di masa yang akan datang. Selain itu dia berharap hal itu dapat meningkatkan antusiasme dan jumlah pengunjung GWO.

Pada Selasa malam (19/9/2017), United Cities and Local Government-Asia Pacific (UCLG ASPAC) menyerahkan hasil public space collaborative design workshop kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Sebelumnya UCLG ASPAC telah melakukan kolaborasi dan partisipasi dengan sejumlah pihak seperti tokoh masyarakat, arsitek, pekerja seni Sriwedari, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata Pemerintah Kota.

Penyerahan hasil desain GWO Sriwedari dilakukan Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Bernadia Irawati Tjandradewi dan disahkan Rudyatmo sebagai Wali Kota Surakarta. Desain gedung diserahkan kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Endah Sitaresmi Suryandari untuk ditindaklanjuti.

Rudyatmo mengatakan Solo memiliki banyak potensi pariwisata menarik. Wayang orang merupakan salah satu contoh kesenian traditisional yang telah bertahan lebih dari 107 tahun yang memerlukan perhatian khusus, baik dari masyarakat maupun pemerintah.

Menurutnya, partisipasi publik serta kolaborasi multidisiplin dalam merancang bentuk desain ideal GWO Sriwedari penting dalam mendukung program kerja pemkot.

“Pembangunan GWO Sriwedari ditargetkan mulai 2018. Melalui pembangunan itu, Kota Solo akan memiliki gedung dengan kualitas internasional yang tidak kehilangan karakter tradisional dan budaya yang telah terikat,” kata Rudyatmo seperti dikutip situs tersebut.

Sementara Bernadia Irawati mengatakan dukungan UCLG ASPAC kepada Pemkot Surakarta telah terjalin selama 6 tahun. Kerja sama itu meliputi dukungan kegiatan dan program kerja sama jangka panjang.

Saat ini UCLG ASPAC mendukung program public space yaitu redesign GWO Sriwedari dan program Solo Culture Forum yang memasukin tahun kedua dan menjadi prioritas UCLG ASPAC.
Kegiatan atau proyek kerja sama tersebut bertujuan melestarikan nilai-nilai budaya dan heritage. menurutnya wayang orang merupakan salah satu bukti kekayaan budaya Surakarta.

“Regenerasi dan pemeliharaan dibutuhkan agar kesenian tradisional tetap ada dan tidak tergerus budaya modern,” kata dia.