Budayakan Gerakan Tanam Cabe

Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Karanganyar melakukan gerakan tanam cabe. Sosialisasi tersebut diselenggarakan di rumah dinas bupati Karanganayar beberapa waktu lalu. (Sumber: Pemkab Karanganyar).

Karanganyar, SURAKARTADAILY.COM ** Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Karanganyar melakukan gerakan tanam cabe. Kegiatan gerakan tanam ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan PKK dalam pemanfaatan pekarangan serta sarana produksi budidaya hortikultura.

Dalam kegiatan tersebut Dispertan Karanganyar memberikan bantuan pada dua kecamatan dimasing-masing desa berupa bibit cabe sebanyak 3100 batang, polybag 41 kg, pupuk NPK 51 kg, dan pupuk organik 860 kg.

Seperti diberitakan laman Pemkab Karanganyar, Bantuan juga diberikan untuk kegiatan pengembangan cabai besar dan cabai rawit berupa lahan seluas 96 ha kepada 56 kelompok tani besar dan 28 kelompok tani cabai rawit. Masing-masing kelompok mendapatkan sarana produksi berupa benih cabai, pupuk organic, pupuk anorganic, mulsa, ajir, serta sarana budidaya berupa spreyer elektrik.

“Selain bibit cabe, bantuan pengembangan agro unggulan juga diberikan kepada beberapa kalompok tani yang berasal dari empat kecamatan berbeda yakni Kecamatan Jomantono, Kecamatan Jenawi, Kecamatan Tawangmangu, dan Kecamatan Mojogedang,” ungkap kepala Dispertan Karanganyar, Supramnaryo.

Kecamatan Jumantono diberikan bantuan bibit durian sebanyak 707 batang dan pupuk organik 3,5 ton. Untuk kelompok tani Kecamatan Jenawi, bibit pisang raja bulu 750 batang dan pupuk organic 3,75 ton. Kelompok tani Tawangmangu dan kelompok tani Kecamatan Mojogedang masing-masing mendapatkan Bibit Jeruk Keprok Tawangmangu 800 batang dan pupuk organic 4 ton dan bibit bawang merah 5 kw dan pupuk organic 10 ton.

Acara sosialisasi tersebut turut dihadiri Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Dalam sambutannya sekaligus membuka, Juliyatmono mengajak warga agar lahan-lahan yang ada untuk dimanfaatkan, termasuk pekarangan dirumah.

“Harmonisasi alam tercipta bila ada pemanfaatan pekarangan untuk tanaman. Karena oksigen yang dihirup harus diciptakan sendiri, untuk itu harus ada tanaman, pohon-pohon dirumah-rumah,” katanya.