Mengkolaborasikan Seni Budaya Jawa dan Seni Digital

Solo, SURAKARTADAILY**Beberapa waktu terakhir ini di Solo berkembang diskusi yang begitu menarik dengan adanya pro dan kontra kedatangan gamelan digital atau dikenal dengan e-gamelan yang dikembangkan oleh balitbang Jawa Tengah. Pembelajaran Gamelan elektronik menurut walikota Solo FX Hadi Rudyatmo merupakan tindakan yang kebablasan hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Solo Rudy.

Sementara itu beberapa kalangan budaya menanggapi hal tersebut dengan beragam. Ada yang mendukung ada pula yang menolak pelarangan tersebut. pihak yang menolak adanya digitalisasi seni budaya memandanga bahwa perubahan tersebut dikhawatirkan akan sangat berpengaruh terhadap tata nilai yang ada pada proses sikap yang ada di dalam masyarakat Jawa.

Kebudayaan gamelan yang lahir dalam seni musik ini menurut mereka merupakan satu kesatuan yang utuh yang tidak dapat dipisahkan.”Setiap gerakan yang dilahirkan atau dilakukan para pangrawit mengandung nilai yang adiluhung yang tidak dapat begitu saja di hapus hanya dengan kedatangan teknologi digital,” ungkap Djoko Plengeh yang juga merupakan kandidat doktor.

Lebih lanjut ia mengatakan dalam prosesi bermusik dalam budaya Jawa mengandung berbagai filosofi yang tinggi. sehingga kedatangan musik digital ini akan dapat mempengaruhi nilai-nilai yang terkandung dalam seni itu sendiri. Padahal menurutnya keunggulan seni budaya Jawa terletak pada nilai filosofi yang ada dalam setiap laku seni itu sendiri.

Namun ia juga tidak menafikkan terhadap adanya teknologi digital yang sudah merambah di dalam berbagai segi kehidupan. Salah satunya adalah dalam bidang seni budaya itu sendiri.

Nilai-nilai Musik Gamelan

Menurut Joko yang merupakan praktisi sekaligus akademisi melihat bahwa seni budaya Jawa Ini masih mempunyai pengaruh besar di masyarakat terutama di Surakarta. Dalam menggeluti dunia seni budaya ini masih melihat kokohnya seni budaya jawa di masyarakat. Apalagi menurutnya jika memasuki wilayah pedesaan. Ini akan sangat kental sekali, bahkan dalam beberapa waktu melakukan pengamatan terhadap berlangsungnya seni budaya ini akan melihat kritisnya masyarakat desa dalam mensikapi datangnya musik digital.

Lebih lanjut ia mengungkapkan ada berbagai nilai yang ada dalam seni Gamelan diantaranya adalah nilai estetika, nilai histori, nilai budaya, nilai spiritual atau religius, nilai demokratis, nilai sosial, nilai filosofis dan nilai psikologis.

Ada begitu banyak nilai dan rasa yang ada dalam seni budaya lokal yang tidak dapat digantikan oleh seni digital. Untuk itu perlu ada Zonasi dan intervensi dari pemangku kepentingan untuk terus menghidupkan budaya lokal jawa ini. “Keduanya boleh tetap hidup namun tidak boleh saling mengganggu,” ungkap Joko. Ini harus didorong kearah zonasi yang tepat masing-masing memiliki penggemar.