Tarik Wisatawan ke Surakarta, Suwantik: Sadar Kebersihan Warga Adalah Hal Penting

UNGGULAN – Makam Yosodipuro, salah satu unggulan wisata sejarah di Surakarta. (Foto: Haris Sunarmo)

Gatak, SURAKARTADAILY.COM ** Eks-Karesidenan Surakarta, selanjutnya disebut Surakarta, memiliki potensi wisata luar biasa besar. Selain melimpah destinasi wisata, harga yang terjangkau menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, dalam dan luar negeri.

“Pertama kali yang perlu dibangun adalah kesadaran warga di sekitar tempat wisata, khususnya, untuk sama-sama punya semangat maju bersama. Kalau ini sudah didapat, untuk langkah-langkah ke depan, rasanya tidak berat,” ujar praktisi bisnis, Suwantik, Senin (26/12/2016), di kantornya, bilangan Trangsan, Gatak, Sukoharjo.

Menurutnya, maksud dari sadar adalah sadar bila potensi didukung bersama maka ujung-ujungnya akan bermanfaat bagi semua warga.

“Hal yang paling sederhana (namun penting) adalah melakukan hal kecil, tapi mendukung ke tema tersebut. Contohnya, menjaga kebersihan,” tandas Mas Wantik, begitu ia akrab disapa.

Sumberdaya alam, sambungnya, menjadi faktor pembeda Surakarta dengan tempat-tempat lain, yang tinggal dikelola dengan baik. Ia berpandangan, sebelumnya, masih banyak destinasi yang kurang tergarap dengan baik.

“Saya melihat, kinerja Pemerintah Daerah untuk mengawalnya, masih kurang,” katanya.

Praktisi bisnis, Suwantik. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Ia melanjutkan, setelah dukungan pemerintah memadai, potensi wisata yang telah digarap, tinggal  didukung dengan bermacam pernak-pernik kuliner, oleh-oleh, tempat parkir, yang bisa jadi, kalau pun sudah ada, masih kurang mencukupi.

“Masing-masing daerah di Surakarta memiliki beberapa gerakan yang bagus untuk diikuti. Tempat wisata berskala lokal baru seperti umbul, pancingan, dan sejenisnya, tidak dapat diabaikan. Kemarin saya bertemu dengan teman dari Deles, Klaten. Dia bercerita, di sana ada kegiatan ekonomi berupa makanan organik sampai membuat bahan bakar dari kotoran ternak,” terang penulis buku Yang Terucap Yang Tertulis ini.

Kiprah Pokdarwis

Perihal potensi wisata, peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) tidak dapat dianggap kecil. Misalnya, Pokdarwis Kelurahan Sondakan yang rutin menggelar Napak Budaya Samanhoedi (NBS) setahun sekali.

Dalam rangka mengenang jasa Samanhoedi, pada Event NBS 2015, Pokdarwis Kelurahan Sondakan, bahkan mulai menggarap pemberdayaan masyarakat. Ketika itu, diangkat tema ‘Inspirasi Samanhoedi dalam pengembangan Eksistensi Pasar Rakyat dan Penguatan Identitas Kampung wisata’.

NBS berisi rangkaian agenda kegiatan, seperti Ziarah Makam Samanhoedi, Sarasehan Samanhoedi, serta Kirab Budaya Samanhoedi.

“Tujuan NBS adalah memperkuat identitas pasar rakyat guna kepentingan kepariwisataan daerah; mendorong iklim yang kondusif bagi dunia usaha, industri keci menengah; serta memperkuat citra kampung wisata yg berorientasi pada kearifan lokal,” jelas Ketua Pokdarwis Kelurahan Sondakan, Albicia Hamzah, beberapa waktu lalu.

Praktisi promosi daerah, Albicia Hamzah. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

NBS mencoba membangun mindset masyarakat bahwa potensi pasar rakyat yang berada di Kelurahan Sondakan, meliputi Pasar Oleh-oleh Jongke, Pasar Kaleng Kabangan, Pasar Buah, Pasar Sayuran, dan Pasar Senggol merupakan destinasi wisata potensial guna mendukung eksistensi Kampoeng Wisata Sondakan.

“Aspek Sapta Pesona harus menjadikan ruh pasar-pasar rakyat tersebut, karena kita sadar bahwa proses pembangunan pariwisata harus berjalan seiring dengan peningkatan kesadaran Masyarakat. Sapta Pesona adalah tujuh unsur pengembangan dan pengelolaan daya tarik wisata, yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, kenangan,” pungkas praktisi promosi daerah itu.

NBS, tambahnya, adalah sarana pengukuhan komitmen stakeholders Kelurahan Sondakan, khususnya para pedagang pasar rakyat, akan pentingnya masyarakat yang berbudaya. Tanpa mental budaya yang cukup maka keteraturan, kenyamanan, dan loyalitas terhadap Kelurahan Sondakan tidak akan pernah ada. Masyarakat berbudaya akan menciptakan iklim persaudaraan yang penuh identitas dan kepribadian universal.