Sukoharjo Bersama Deklarasi Anti Radikalisme dan Terorisme

Apel Anti Radikalisme (Foto: Kab Sukoharjo)
Apel Anti Radikalisme (Foto: Kab Sukoharjo)

Sukoharjo, SURAKARTADAILY**Deklarasi dan penandatanganan anti radikalisme dan terorisme wilayah Kabupaten Sukoharjo diselenggarakan di alun-alun Satya Negara, Sukoharjo, Jumat, (29/7).

Hadir dalam agenda ini Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya, Kapolres Sukoharjo AKBP Ruminio Ardano, dan pimpinan Forkopimda Sukoharjo, MUI, FKUB, PCNU, PD.Muhamadiyah, LDII, MTA, Pemuda Pancasila, KNPI serta pelajar SMA/SMK Se-Kabupaten Sukoharjo. Acara itu dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan nomor 7.508 kategori peserta terbanyak sejumlah 26.955 peserta.

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya mengapresiasi elemen masyarakat Sukoharjo yang mau mendeklarasikan gerakan anti radikalisme ini. Ia mengungkapkan ada perbedaan yang sangat tipis antara separatisme, radikalisme, dan terorisme adalah sangat tipis.

Selain itu, Kabag Humas setda Sukoharjo, Joko Nurhadiyanto, kegiatan Deklarasi Anti Radikalisme dan Terorisme ini mempunyai maksud dan tujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan belanegara, memupuk kesadaran masyarakat untuk lebih koordinatif dan aktif dalam menangani tindak radikalisme dan terorisme, meningkatkan koordinasi dengan aparat terkait serta terciptanya kondusifitas khususnya di Kabupaten Sukoharjo. Acara diakhiri dengan penandatanganan anti radikalisme dan terorisme

Pendekatan Agama dab Budaya

Sebagaimana dirilis dalam siaran pers Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana, dalam pandangan Presiden sebenarnya ada hal lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi radikalisme dan terorisme.

“Tidak hanya hard approach tapi juga soft approach yang bisa kita kerjakan. Baik yang berupa pendekatan agama, maupun pendekatan budaya,” ucap Presiden.

Semua itu, kata Presiden, perlu dilakukan dengan konsisten, tegas dan berkesinambungansehingga apa yang menjadi ancaman dapat ditangani dengan benar.

“Bisa kita kerjakan dengan baik dan kita berharap suasana yang kondusif pada saat ini terus berjalan dengan baik,” tutur Presiden.

Presiden mengingatkan, bahwa negara terus dan harus hadir untuk memberikan rasa aman terhadap warga negara.

“Dan kita ingin agar pengawasan pengamanan terhadap ruang-ruang publik, tempat-tempat publik, tempat ibadah, bandara, terminal, stasiun, dan tempat lainnya harus ditingkatkan,” jelas Presiden.