Mangan, Aplikasi Penyuguh Informasi Kuliner Solo

Hamzah dan Tim ketikan memenangkan lomba Mobile App Contest (Foto: UNS)
Hamzah dan Tim ketikan memenangkan lomba Mobile App Contest (Foto: UNS)

Solo, SURAKARTADAILY**Bagi pecinta kuliner, tentu mengharapkan referensi dan informasi  memadai mengenai tempat kuliner yang akan dikunjungi. Barangkali lahirnya ‘Mangan’ akan menjadi salah satu aplikasi yang membantu agar mendapatkan kuliner yang diharapakan.

Mangan menyuguhkan informasi seputar kuliner dengan berbagai kategori seperti tempat terdekat dan yang paling sering dikunjungi. Selain informasi kuliner, Mangan juga dilengkapi dengan fitur tambahan Pesan Antar Makanan dan Pick Me. Pengguna aplikasi Mangan bisa memesan makanan dengan fitur Pesan Antar Makanan atau minta diantar ke tempat kuliner yang diingini dengan fitur Pick Me.

Adalah Hamzah, Amelia Rahman, dan Ely Desyanawati, mahasiswa Teknik Informatika FMIPA UNS, yang menciptakan aplikasi  yang menyediakan informasi seputar kuliner  Solo ini.

Dalam menjalankan aplikasinya, Hamzah dan tim akan bekerja sama dengan penyedia jasa kurir yang sudah ada dan pemilik tempat makan.

“kami akan bekerja sama dengan penyedia jasa yang sudah ada. Kami punya niatan untuk membuat jaringan kuliner di Solo,” tegas Hamzah, seperti dirilis Universitas Sebelas Maret (UNS).

Kreasi Lomba

Aplikasi ini merupakan hasil lomba, hal ini diinisiatori dengan cara mengumpulkan info dan survei mengenai makanan kuliner di Solo.

 “Kami bikin survei kecil-kecilan dan tanya tentang ikon makanan khas Solo. Ada yang bilang serabi, ada yang bilang intip, ada yang selat Solo. Kita pingin, dengan aplikasi yang kita buat, Solo dikenal dengan ikon kuliner tertentu,” jelas Hamzah.

Prototype Mangan merupakan yang  hasil yang diikutkan pada kompetisi  Mobile App Contest dalam Global Challenge 2016. Dimana hal ini sebenarnya merupakan versi kedua. Pada versi kedua ini, aplikasi Mangan mengalami perubahan konsep awal yakni dari pesan antar makanan menjadi portal informasi dengan fitur tambahan pesan antar makanan. Pada versi pertama, Hamzah mengakui tantangan terberat adalah berhadapan langsung dengan penyedia jasa antar makanan yang sudah populer di masyarakat. Apalagi penyedia jasa layanan tersebut sudah merambah Kota Solo. Penyesuaian konsep juga dilakukan Hamzah dan tim agar aplikasi bikinannya bisa masuk kategori pariwisata dalam Mobile App Contest.