Undang Menteri Kelautan dan Perikanan, UNS Gelar Unagi Festival 2016

Ravik Karsidi saat dilantik menjabat Rektor UNS Periode 2015-2019. (Foto: FKIP UNS)
Ravik Karsidi saat dilantik menjabat Rektor UNS Periode 2015-2019. (Foto: FKIP UNS)

Solo, SURAKARTADAILY ** Arus besar sektor kemaritiman Indonesia belakangan ini mendapat perhatian khusus dari sejumlah kalangan. Sejalan dengan Visi kemaritiman ini UNS akan mendalami penelitian ikan Unagi (Sidat).

Ikan sidat adalah salah satu ikan favorit di Jepang. UNS bekerjasama dengan Universitas Budi Luhur (UBL) Jakarta akan menggelar Unagi festival 2016 di Jakarta pada 21 April mendatang. Rencananya acara ini akan dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Sebelumnya UNS dan UBL telah sepakat untuk menjalin kerjasama pendidikan di bidang riset selama empat tahun. Salah satu satunya untuk mengembangkan pengetahuan tentang ikan sidat.

“UNS sebagai pemegang hak cipta penelitian ikan sidat, akan diundang UBL Jakarta sebagai narasumber pada Unagi Festival 2016,” Kata Rektor UBL Suryo Harpsoro Tri Utomo.

Lanjut Suryo, Undangan sebagai narasumber pada Unagi Festival 2016 merupakan awal dari kerjasama, karena kedepan keduanya akan mengembangkan untuk bidang penelitian dan pemberdayaan masyarakat melalui KKN bersama.

Suryo mengaku tertarik bekerjasama dengan UNS untuk mengembangkan pengetahuan tentang ikan sidat ini. “Salah satunya mengenai penelitian ikan sidat (unagi) yang dilakukan oleh tim peneliti ikan sidat UNS,” Ucap Suryo.

Selain seminar, acara ini juga akan menyuguhkan pameran cara budidaya ikan sidat standar kualitas ekspor. Dan juga akan menghadirkan dua narasumber yakni, Peneliti ikan sidat UNS Agung Budiarjo dan Direktur UNS Sidat Nazmul Irfan.

Investor Jepang

Investor Jepang berminat menanamkan modal Rp.50 miliar untuk mengembangkan ikan sidat di Kabupaten Banyuwangi.

“Saat ini sedang dalam proses pembebasan lahan seluas tiga hetare di kecamatan Srono, investor tersebut juga sudah menggandeng kontraktor lokal untuk membangun kntruksi,” Kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Agus Siswanto.

Investor menilai, Banyuwangi memiliki kualitas air yang cocok untuk pengembangan perikanan, termasuk ikan sidat. Kualitas air per 25 miligram sampel hanya mengandung 10 ribu koloni bakteri.

Banyuwangi adalah salah satu pemasok ikan sidat terbesar di Indonesia. Ikan Sidat dari Banyuwangi telah diekspor ke berbagai negara, Jepang dan Timur Tengah. Ekspor ikan dari banyuwangi pada tahun 2014 mencapai angka 22.639 ton. Mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.