Sensus Ekonomi, BPS Klaten Kerahkan 1.730 Petugas

BPS Klaten memanfaatkan momentum car free day sebagai ajang sosialisasi sensus ekonomi 2016. (Foto: BPS Klaten).
BPS Klaten memanfaatkan momentum car free day sebagai ajang sosialisasi sensus ekonomi 2016. (Foto: BPS Klaten).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Klaten Ahmad Isbani memastikan program sensus ekonomi akan dilaksanakan tanggal 1 hingga 31 Mei 2016. Dengan melibatkan 1.730 petugas.

Rencananya seluruh sektor usaha diwilayah Kabupaten Klaten akan didata, kecuali sektor pertanian. Isbal berharap sensus ekonomi tahun ini mampu menghasilkan gambaran lengkap tentang level dan struktur sektor ekonomi beserta informasi dasar dan karakteristiknya.

“kecuali bidang pertanian, sasaran sensus dilakukan terhadap semua pelaku usaha baik besar, menengah, maupun kecil.” Kata Isbal

Tempat ibadah dan sekolah yang menjalankan kegiatan usaha eknomi rencananya juga turut menjadi sasaran sensus ekonomi. “Jumlah sasaran pada kegiatan sebelumnya mencapai 142 ribu lebih.” Tandasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Klaten Sri Mulyani mengatakan melalui sensus ekonomi 2016, kegiatan usaha yang besar dapat didorong untuk lebih maju dan berkembang, sedangkan usaha skala kecil dan mikro dapat dibantu dan difasilitasi Pemerintah.

“Menghadapi kondisi perekonomian global yang berubah begitu cepat, Pemerintah membutuhkan basis data yang lengkap, akurat dan terkini dari seluruh sektor dan skala eknomi” Kata Sri Mulyani ketika membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Informatika Rudyantara.

Apel siaga sensus ekonomi 2016 telah dilaksanakan pada jum’at (18/3) di halaman pendodpo Pemkab Klaten. Sri Mulyani mempin langsung apel tersebut, dengan diikuti 500 petugas sensus ekonomi.

Pertumbuhan Ekonomi

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan, laju pertumbuhan ekonomi jawa tengah lima tahun terakhir selalu berada diatas pertumbuhan ekonomi nasional.

“Tahun 2015 Ekonomi Jawa Tengah tumbuah 5,4 persen sementara pertumbuhan ekonomi nasional 4,8 persen yang artinya hal tersebut adalah awal bagaimana menyelesaikan persoalan yang masih menjadi PR besar Pemerintah yakni kemiskinan,” Ungkap Ganjar.

Terkait sensus ekonomi 2016, pihaknya berharap dengan data yang valid dan presis, peta ekonomi jawa tengah benar – benar disampaikan dengan baik sehingga bisa memberikan perlakuan yang benar terhadap kondisi yang ada.