Peduli lingkungan, Pemkab Klaten Buka Program Sekolah Sungai

Pelajar dan segenap relawan dalam gerakan bersih sungai di titik sungai glogok.(Foto: Pemkab Klaten)
Pelajar dan segenap relawan dalam gerakan bersih sungai di titik sungai glogok.(Foto: Pemkab Klaten)

Klaten, SURAKARTADAILY ** Pemerintah kabupaten klaten bertekad membuka program sekolah sungai. Rencananya pemkab akan mengadakan pelatihan pada april mendatang. Pelatihan bertajuk “sekolah sungai” ini bentuk upaya pemkab untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya sungai bagi kehidupan.

“Kalau ada sekolah sungai diharapkan sukarelawan bisa memberdayakan sungai – sungai yang ada seperti untuk minum, pertanian dan lainya,” Kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Energi dan Sumber Daya Mineral (DPU ESDM) Klaten, Abdul Mursyid, dirilis Humas Pemkab Klaten.

Pihaknya mengaku kegiatan ini terinspirasi dari pengelolaan sungai code di Yogyakarta. Tahun ini ditargetkan 300 orang dari kalangan relawan dan PNS terlibat dalam program ini.

Abdul menjelaskan sebagai tahap awal sebanyak 75 sukarelawan yang terdiri dari 54 kelompok relawan yang ada di klaten akan diberi modul dan pelatihan luar ruangan.

Para peserta kegiatan ini nantinya bertugas menyosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan sungai. Peserta juga dituntut melakukan aksi nyata, termasuk menggerakkan masyarakat melalui sungai – sungai binaan.

Hal senada juga disampaikan Plt Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Bambang Sujarwo mengatakan dengan sekolah sungai diharapkan masing – masing sukarelawan memiliki sungai binaan. Sehingga dapat melakukan penyadaran kepada masyarakat terkait pentingnya merawat sungai.

Saat ini sudah ada tiga sungai binaan yakni, kali unyu, kali solodiran dan kali pusur. Ketiga sungai tersebut sebagai pilot project kegiatan ini.

Bambang mengaku pembiayaan kegiatan ini ditanggung SKPD terkait. “untuk anggaranya nanti disokong bersama dari iuran, harapannya pada APBD perubahan 2016 mendatang ada pemihakan untuk keberlanjutan sekolah sungai.” Tukasnya.

Bambang menjelaskan kegiatan yang akan digelar pada tanggal 1-3 april mendatang ini akan diisi dengan kuliah umum oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan pakar sungai dari Universitas Gadjah Mada.

Sekolah Sungai

Sekolah sungai adalah gagasan sejumlah relawan dan pemkab klaten. Gagasan ini dilatarbelakangi dari kondisi sungai yang terus mengalami sendimentasi.

“kondisi sungai di klaten memang perlu diperhatikan, maka program ini dianggap perlu agar kesadaran akan menjaga lingkungan sungai meningkat,” Ujar relawan dari Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Muhammadiyah Klaten, Eko Warno, Rabu (02/03).

Bambang Sujarwo menambahkan, Jumlah total sungai di Klaten mencapai 148 terdiri dari 36 sungai besar dan 112 sungai kecil, tapi ironisnya ada sejumlah sungai yang hampir tidak kelihatan akibat banyaknya sedimentasi.