Panen Raya, Muspida Dorong Peningkatan Produktivitas Padi di Klaten

Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Klaten panen raya padi di lahan sawah desa Puluhan kecamatan Trucuk. (Foto: Humas Pemkab Klaten)
Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Klaten panen raya padi di lahan sawah desa Puluhan kecamatan Trucuk. (Foto: Humas Pemkab Klaten)

Klaten, SURAKARTADAILY ** Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Klaten akan terus melakukan upaya untuk membantu para petani di Klaten. Hal tersebut ditandai dengan acara panen raya padi yang digelar di kecamatan trucuk, Kamis (24/3).

Jajaran Muspida Klaten hingga saat ini terus melakukan upaya guna mendorong produktivtas tanam padi di wilayah Klaten. Sejumlah bantuan telah diberikan, dari perlatan tanam hingga pendampingan.

“Anggota TNI telah mengawal petani dalam mengusahakan tanaman padinya, mulai dari pesemian, pemeliharaan hingga paska panen,” Kata Dandim 0723/Klaten Letkol Inf Bayu Jagat, Kmis (24/3). Dirilis Humas Pemkab Klaten

Pihaknya akan terus mengupayakan mencari bantuan peralatan mesin pertanian ke Pemerintah untuk dapat membantu petani dalam mengusahakan pertanianya.

Bayu melanjutkan, Disamping itu juga turut serta meminta Bulog setempat untuk segera membeli gabah agar hasil panen petani dapat dibeli dengan harga wajar sehingga tidak mengalami kerugian.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Klaten Wahyu Prasetya menjelaskan lahan sawah di kecamatan trucuk saat ini 1.912 hektare, namun yang sudah mengikuti program asuransi usaha tani baru sekitar 1.000 hektar. Pihaknya berharap pada musim tanam mendatang para petani sudah mengikuti program asuransi ini.

Program asuransi ini akan membantu petani minimal 75% apabila mengalami gagal panen atau puso. “Premi asuransi keseluruhan Rp.180 Ribu / hektar namun kewajiban petani hanya membayar Rp.36 Ribu sisanya disubsidi Pemerintah Pusat, Klaim asuransinya sebanyak Rp. 1,5 juta/ hektar. Jelasnya.

Panen Raya Jateng

Kelompok Petani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Tengah memprediksi panen raya pada bulan maret akan lebih bagus dibanding peridode sebelumnya. Jumlah lahan panen pada bulan Maret ditaksir mencapai 400 ribu hektar.

“Kualitas beras yang dihasilkan pada panen raya bulan maret 2016 ini lebih baik dibandingkan periode januari – februari 2016,” Tutur Ketua KTNA Jawa Tengah, Agus Eko Cahyono.(18/3)

Agus menjelaskan ada sekitar 5 % dari padi yang dihasilkan mempunyai kandungan air tinggi sehingga membuat tanaman menjadi roboh. Pihaknya menyebut bencana angin ribut menjadi penyebab menurunya kualitas padi yang dihasilkan.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Tengah untuk memantau perkembangan harga gabah dilapangan.

“Kalau ada yang harganya ambles, tolong laporkan ke saya. Harusnya petani saat panen raya menghasilkan harga yang raya juga. Tandasnya.