KPU Surakarta Ingin Jadikan Solo ‘Kota Ramah Demokrasi’

Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo saat menerima kunjungan Tim Penilai Lomba Tertib Lalu Lintas dan Angkutan Kota. (Foto: Humas Pemkot Surakarta)
Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo saat menerima kunjungan Tim Penilai Lomba Tertib Lalu Lintas dan Angkutan Kota. (Foto: Humas Pemkot Surakarta)

Solo, SURAKARTADAILY ** Selain dikenal dengan julukan Kota Bengawan, atau Solo the spirit of java, Komisi Pemilihan Umum Kota Surakarta bertekad mengusulkan tagline baru yakni ‘kota ramah demokrasi’.

Gagasan tagline Solo Kota ramah demokrasi disampaikan dalam acara focus group discussion (FGD) dalam rangka evaluasi penyelenggaraan pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta tahun 2015.

“Kami menilai, tagline yang diusung tersebut dapat dijadikan sebagai produk nasional,” Kata Ketua KPU Surakarta Agus Sulistyo. Dirilis Humas Pemkot Surakarta.

Ide tagline kota ramah demokrasi ini muncul mengingat keberhasilan KPU dalam menyelenggarakan pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota tahun 2015 dengan aman, lancar dan tertib.

Agus berharap tagline ini dapat diterapkan melalui kinerja layanan Pemerintahan, Seluruh komponen Dinas dan SKPD harus menerapkan apa yang dicirikan dalam tagline ramah demokrasi.

“Dalam penegakan hukum contohnya, Solo ramah terhadap budaya lokal, Solo memiliki gaya santun dan tertib, lalu kami wacanakan mengemas kegiatan – kegiatan yang menunjukkan sebagai kota ramah demokrasi,” Tutur Agus.

Selain gencar dalam pembangunan, penataan kota dan promosi wisata, KPU Surakarta berharap ada usaha untuk mengembangan sumber daya manusia di Kota Bengawan ini.

“Saat ini Kota Solo sibuk dengan bersolek secara fisik, kedepan kami ingin pembangunan sumber daya manusia lebih diutamakan,” Lanjut agus.