Dwi Endah Wulandari: Apresiasi Kontribusi Tim Kunci Sukses Kepemimpinan Bisnis

Praktisi bisnis, Dwi Endah Wulandari. (Foto: Albicia Hamzah)
Praktisi bisnis, Dwi Endah Wulandari. (Foto: Albicia Hamzah)

Boyolali, SURAKARTA DAILY ** Kepemimpinan bisnis yang kuat adalah kepemimpinan yang mampu memberikan apresiasi terbaik baik kontribusi anggota tim, meski sekecil apa pun. Tanpa itu, kepemimpinan tidak akan menancap kuat.

“Pemimpin ada karena ada yang dipimpin. Jangan lupakan itu. Jadi prinsipnya, jangan pernah abaikan peran anggota tim, sekecil apa pun itu,” ujar praktisi bisnis, Dwi Endah Wulandari, beberapa waktu lalu, di Boyolali.

Menurutnya, bisnis adalah tentang kolaborasi, saling dukung, dan saling melengkapi. Bisnis akan memberi hasil maksimal ketika pemimpin mampu membaca kebutuhan anggota yang ia pimpin, untuk kemudian mewujudkannya.

“Bisnis itu bukan soal mencari uang saja. Bisnis itu tentang mengerti, apakah anggota tim kita termasuk keluarga yang kesusahan biaya sekolah anak-anaknya, belum memiliki rumah, dan lain sebagainya. Tugas pemimpin lah menyelesaikan semua itu dengan kepemimpinannya,” terang salah satu Leader Pandawa Mandiri Group tersebut.

Meski pada kenyataannya, sambung Dewi, begitu ia akrab disapa, setiap oranglah yang menolong dirinya sendiri, bukan karena sang pemimpin. Dengan bekerja keras, tim akan menghasilkan kinerja optimal lantas memberi manfaat bagi semua.

Hal yang tidak kalah penting adalah menjaga silaturahmi. Bisnis, bagi Dewi, adalah lahan belajar dan siilaturahmi. Bukan hanya memperpanjang umur, silaturahmi akan mendekatkan pelakunya pada kesejahteraan karena saling berbagi.

“Dalam kondisi bagaimanapun, tim harus meluangkan waktu untuk bertemu secara periodik. Pertemuan itu dapat berbuah perkembangan terakhir, termasuk menemukan solusi persoalan masing-masing anggota tim,” papar perempuan kelahiran Sukoharjo ini.

Aspek Spiritualitas

Lebih lanjut, Dewi menandaskan, dalam berbisnis, ketaatan kepada Tuhan adalah hal mutlak. Karena manusia hanya mampu berusaha.

“Saya sekian waktu ya terus berikhtiar, tanpa memedulikan hasil. Saya berproses, saya nikmati perjalanannya. Apa pun hasilnya, alhamdulillah. Karena sesuatu yang sepertinya tidak adil bagi manusia, tentu itu adalah hal terbaik yang dipilihkan Tuhan atas hamba-Nya,” ungkapnya.

Ia menganjurkan untuk terus berbagi dan memberi. Karena dengan memberi, Tuhan tidak akan membuat kekayaan semakin menurun, justru akan terus meningkat, dari tempat yang tidak disangka-sangka.

“Dan hal yang tidak kalah penting, dalam berbisnis, jangan lupakan keluarga. Dedikasi atas keluarga menjadi fondasi utama dan semangat luar biasa dalam menjalankan bisnis. Keluarga sebagai motivasi akan membuat bisnis menjadi hidup,” terang Dewi.

Bisnis, tambahnya, hanyalah alat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Keuntungan dari bisnis memberi kesempatan orang untuk terus berbuat baik, pada semakin banyak orang, baik keluarga maupun orang lain.