Andalkan Wisata Kuliner, Disbudpar Solo Targetkan 4,5 Juta Wisatawan

Wisatawan menikmati sajian kuliner khas Solo di Pusat wisata kuliner Gladag Langen Boga (Galabo). (Foto: Pemkot Surakarta)
Wisatawan menikmati sajian kuliner khas Solo di Pusat wisata kuliner Gladag Langen Boga (Galabo). (Foto: Pemkot Surakarta)

Solo, SURAKARTADAILY ** Popularitas Kota Solo sebagai destinasi wisata kian meroket. Wisata kuliner dipercaya masih cukup ampuh menjadi daya pikat Kota Bengawan. Kondisi ini dimanfaatkan Pemerintah Kota Solo untuk menggaet wisatawan.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Solo menargetkan 4,5 juta wisatawan mengunjungi Solo selama tahun 2016. Target kunjungan wisatawan tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya.

“Target wisatawan tersebut lebih banyak ketimbang realisasi pada 2015. Yakni 4,2 juta wisatawan yang mengunjungi solo, jumlah tersebut melampaui target yang ditetapkan Pemkot,yakni 4,1 juta wisata.” Ungkap Kepala Dinas dan Pariwisata (Disbudpar) Solo, Eny Tyasni. Dirilis Humas Pemkot Surakarta.

Disbudpar mencatat ada pertumbuhan jumlah wisatawan yang mengunjungi Solo beberapa tahun terakhir ini. Disbudpar mencatat sepanjang bulan februari 617.489 wisatawan mengunjungi Solo. Jumlah tersebut terdiri dari 613.034 wisatawan domestik dan 4.455 wisatawan mancanegara.

Sementara, capaian kunjungan pada Februari 2015 sebanyak 615.062 wisatawan. Jumlah itu terdiri atas 612.457 wisatawan domestik dan 2.605 wisman.

“Kami optimistis jumlah wisatawan semakin banyak, apalagi semakin banyak pilihan yang disuguhkan di Solo, tidak hanya wisata belanja, event budaya, bahkan kuliner,” Ungkap Eny.

Pemkot Solo terus melakukan upaya untuk menarik perhatian wisatawan, salah satunya dengan mengadakan event – event religi dan memperbanyak kerjasama dengan maskapai penerbangan ke Solo.

Pihaknya mengeluhkan kondisi penerbangan menuju Solo, sejumlah maskapai memangkas direct flight ke Solo. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak buruk pada jumlah kunjungan wisatawan manca negara (Wisman).

Kuliner Solo

Bisnis kuliner di Solo menggeliat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2015 terdapat 859 restoran atau rumah makan, Angka ini melonjak 250% dibanding tahun 2014.

Eny melanjutkan, Wedangan saat ini tumbuh sangat pesat tidak seperti dulu berupa wedangan di pinggir jalan, namun sekarang wedangan seperti restoran dan dijadikan tempat nongkrong yang nyaman.

“Kota Surakarta memenuhi lima Kriteria yang ditetapkan Pemerintah. Yakni meliputi kelayakan produk dan daya tarik utama, kelayakan pengemasan produk dan event, kelayakan pelayanan, kelayakan lingkungan dan kelayakan bisnis. Jadi bukan secara tiba – tiba Solo ditunjuk sebagai destinasi wisata kuliner, namun karena Solo memenuhi kriteria tersebut. Pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Budi Yulistianto menuturkan pesatnya pertumbuhan bisnis kuliner berimbas pada pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak resto.

”Realisasi pajak resto di tahun lalu mencapai Rp24,6 miliar atau melampaui target yang ditetapkan Rp21,8 miliar.” Ungkap Budi. Dirilis Humas Pemkot Surakarta.