Sosialisasikan Program, BKKBN Gelar Temu Blogger Kota Solo

MERIAH - Temu blogger Kota Solo oleh BKKBN di Hotel Solo Paragon Solo, Kamis (20/8/2015). (Foto: Iswan Heriadjie)
MERIAH – Temu blogger Kota Solo oleh BKKBN di Hotel Solo Paragon Solo, Kamis (20/8/2015). (Foto: Iswan Heriadjie)

Banjarsari, SURAKARTA DAILY ** Apa yang ada di kepala Anda jika mendengar istilah ‘seksualitas remaja’ atau ‘pendidikan seks’? Mungkin bagi beberapa orang, tema seputar seksualitas adalah hal yang tabu untuk dibicarakan, apalagi untuk kaum remaja.

Tema seksualitas remaja dan pendidikan seksual ini menjadi salah satu topik yang dibicarakan dalam kegiatan temu blogger Bersama BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) di Hotel Solo Paragon Solo, Kamis (20/8/2015).

Kegiatan tersebut dihadiri sekira 60 blogger dari Kota Solo dan sekitarnya. Bahkan di antaranya ada yang hadir dari Kota Wonogiri, Jogja, dan Salatiga.

Setidaknya, acara ini dapat dianggap sebagai terobosan baru bagi BKKBN dalam menyosialisasikan program-programnya bagi kaum muda, melalui medium media sosial, seperti blog dan Twitter. Dalam agenda tersebut digelar lomba live tweet selama kegiatan berlangsung, serta lomba penulisan blog setelah acara berlangsung.

Tema kegiatan adalah ‘Menanamkan Revolusi Mental Melalui 8 Fungsi Keluarga’. Adapun 8 Fungsi Keluarga yang dimaksud adalah fungsi agama, fungsi sosial budaya, fungsi cinta dan kasih sayang, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi, serta fungsi lingkungan.

Acara ini mendapat antusiasme yang sangat tinggi dari para blogger, terbukti dengan banyaknya peserta yang hadir. Para peserta yang datang, bukan hanya dari generasi muda, tetapi juga dari lintas generasi, seperti ibu rumah tangga, dosen, pemerhati parenting, mahasiswa, komunitas blogger Kota Solo Komposono, dan lainnya.

Pembicara yang tampil menjadi daya tarik tersendiri, yaitu Arswendo Atmowiloto (Budayawan), Soleh Amini Yahman (Pemuka Agama dan Psikolog), dr. Abidin Syah (Deputi Bidang Sosialisasi BKKBN), dan Sudibyo (Deputi Bidang Keluarga Sejahtera & Pemberdayaan Keluarga).

Problem seputar isu keluarga di Indonesia memang sangat kompleks, khususnya lagi tentang keluarga muda.

“Pernikahan dini di Indonesia saat ini meningkat. Sayangnya angka perceraian juga turut meningkat,” ujar Sudibyo.

Ia menjelaskan, pasangan muda yang hendak menikah sebaikmnya paham tujuan menikah, sehingga terhindar dari perceraian jika terjadi konflik.

Sudibyo memaparkan tiga ancaman utama yang mengintai kaum muda saat ini, yaitu pergaulan bebas, Napza, dan HIV.

Blogger dan Konten Lokal

Sementara itu, praktisi media, Arif Giyanto, mengatakan, blogger berperan besar bagi kemajuan daerah. Lokalitas konten dengan ramuan renyah akan memberi referensi penting bagi wisatawan, investor, atau jejaring bisnis.

Founder Pandiva Media Network (PMN), Arif Giyanto. (Foto: PMN)
Founder Pandiva Media Network (PMN), Arif Giyanto. (Foto: PMN)

“Blogger bukanlah komunitas sembarangan. Mereka punya dedikasi menulis yang luar biasa. Intensitas produksi konten yang tinggi, ditambah dengan prioritas konten lokal, dapat menjadi penopang pertumbuhan masyarakat di sebuah daerah,” tutur Founder Pandiva Media Network (PMN) tersebut.

Arif menggarisbawahi strategisnya Kota Solo dalam blantika kepenulisan di Indonesia. Menurutnya, benih-benih ekonomi kreatif Kota Solo dapat menjadi daya dukung utama, bangunan jejaring baru di masa depan, yang sangat menguntungkan semua kalangan.