Berlanjut, PNPM Mandiri Perkotaan Berubah Jadi P2KP Kota

Salah satu kegiatan ANTUSIAS - Salah satu kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan Tim Faskel 04 Klaten. (Foto: Tim Faskel 04 Klaten)
ANTUSIAS – Salah satu kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan Tim Faskel 04 Klaten. (Foto: Tim Faskel 04 Klaten)

Jogonalan, SURAKARTA DAILY ** Kini, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan berlanjut menjadi Program Peningkatan Kualitas Permukiman di Perkotaan (P2KP-Kota). Orientasinya, sukses Prakarsa 100-0-100, yakni 100 persen akses air minum, 0 persen kawasan permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.

Pada Sabtu (27/6/2015), digelar sosialisasi P2KP Kota di Gedung Aula Desa Plawikan Kecamatan Jogonalan Kabupaten Klaten, dihadiri Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), BPD,Kepala Desa, Perangkat Desa, Ketua RT/RW, PKK, Karang Taruna, serta tokoh masyarakat.

“Kegiatan ini dilakukan untuk memahamkan dan menyamakan perpepsi terkait program lanjutan dari PNPM yang berubah menjadi P2KP Kota dengan target 100-0-100. Dalam RPJMN 2015-2019, Ditjen Cipta Karya berkomitmen mewujudkan lingkungan permukiman di Perkotaan yang layak huni dan berkelanjutan melalui prakarsa 100-0-100,” ujar Pendamping Konsultan Tim 4 Wilayah Jogonalan dan Kebonarum, Latif Safruddin, kepada Surakarta Daily.

Ia menjelaskan, menurut data BPS 2013, capaian akses air minum kini baru 67 persen, sementara permukiman kumuh 11,6 persen dan akses sanitasi layak 59 persen.

“Ditjen Cipta Karya meyakini bahwa keberhasilan mencapai target 100-0-100 sebagian besar turut ditentukan oleh kontribusi peran Pemerintah Daerah dan partisipasi masyarakat serta sinergi stakeholders di daerah,” terang alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta tersebut.

Untuk itu, sambungnya, Ditjen Cipta Karya menyiapkan Program Peningkatan Kualitas Permukiman di Perkotaan (P2KP-Kota) sebagai upaya strategis pemberdayaan masyarakat dan penguatan peran Pemda dalam rangka pencapaian target 100-0-100 dan penanganan kawasan kumuh di perkotaan pada 2015-2019.

Hidup Sehat

Latif menuturkan, P2KP-Kota menargetkan perubahan sikap dan perilaku masyarakat untuk hidup bersih, sehat, dan produktif, termasuk Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mendukung partisipasi masyarakat dalam mencapai target 100-0-100 di Perkotaan pada 2019.

Selain itu, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penanganan kawasan kumuh di Perkotaan, prioritas tahun 2015-2019, sesuai hasil identifikasi Direktorat Pengembangan Permukiman, Ditjen Cipta Karya.

“Program diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencapaian target 100-0-100 untuk mencegah perluasan wilayah kumuh di perkotaan di seluruh lokasi P2KP/PNPM Perkotaan pada 2015-2019,” ucap Latif.

Selanjutnya, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas, peran, dan kontribusi Pemda untuk menjalin kemitraan dan kolaborasi sinergis seluruh stakeholder pembangunan permukiman kota, termasuk penguatan City Changers dan pembentukan Pokja Permukiman Kota dalam rangka pencapaian target 100-0-100 di wilayahnya.

BLM Permukiman

BKM akan mendapatkan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Permukiman. BLM Koordinasi Pencegahan Kumuh 100 untuk seluruh kelurahan sasaran senilai antara Rp50 juta per kelurahan sampai dengan Rp150 juta per kelurahan per tahun.

BLM Chanelling Penanganan Kumuh Direktorat Pengembangan Permukiman (Dit Bangkim) minimal Rp1 miliar per kelurahan per tahun untuk lokasi percepatan penanganan permukiman kumuh.

Sementara BLM Kemitraan Permukiman tingkat kota (PAKET-ND), sejumlah Rp3 miliar per kota per thn, untuk Kolaborasi dan kemitraan stakeholder di tingkat kota/kabupaten dalam program pencapaian target 100-0-100.