UNS Cultural Night 2015, Cara UNS Perkenalkan Kebudayaan Lintas Negara

MALAM BUDAYA - Malam pesta budaya menampilkan berbagai pertunjukan dari 25 negara bertajuk UNS Cultural Night (UCN) 2015, Kamis (30/4/2015). (Foto: Humas UNS)
MALAM BUDAYA – Malam pesta budaya menampilkan berbagai pertunjukan dari 25 negara bertajuk UNS Cultural Night (UCN) 2015, Kamis (30/4/2015). (Foto: Humas UNS)

Kentingan, SURAKARTA DAILY ** International Office UNS memberikan kesempatan bagi mahasiswa asing untuk mengenalkan budaya mereka. Sebuah malam pesta budaya menampilkan berbagai pertunjukan dari 25 negara bertajuk UNS Cultural Night (UCN) 2015 digelar Kamis (30/4/2015).

Tak hanya tarian dan nyanyian tradisional, pakaian dan makanan khas tersaji pada malam itu. Sebuah mainan tradisional asal Jawa Tengah bernama otok-otok menjadi tanda khas UCN 2015. Mainan ini menjadi tanda dimulainya acara yang secara resmi dibuka oleh Ravik Karsidi bersama pimpinan UNS lain.

Beberapa perempuan mengenakan baju tradisional, masuk menuju panggung, menyambut Rektor UNS, Ravik Karsidi. Tarian Enggang dari Kalimantan Utara menjadi penampilan pembuka.

Dalam pembukaannya, Ravik mengajak semua penonton bersama-sama membunyikan otok-otok. Seisi ruangan seketika riuh dengan suara mainan yang dimodifikasi sedemikian rupa.

Sebuah kompetisi ditawarkan bagi penonton dengan hadiah terbang ke Singapura bersama UNS Cutural Night 2015. Syaratnya mudah, penonton tinggal mengunggah foto tentang acara sebelum tanggal 1 Mei pukul 24.00 WIB.

UCN tahun ketiga juga mempertunjukan penampilan yang sama, yaitu fashion show. Semua delegasi masuk melalui pintu utama, berjalan melenggang, layaknya seorang model profesional memamerkan baju tradisional mereka. Iringan musik yang bersemangat ditambah tepuk tangan penonton semakin memanaskan suasana.

Usai fashion show, suguhan berupa tarian dan nyanyian pun berlanjut. Madagaskar, Tiongkok, dan Kamboja berurutan tampil memainkan kreasi masing-masing.

Selain itu, UCN 2015 mengenalkan sebuah aplikasi baru berbasis android bernama Augmented Reality. Aplikasi yang bisa diunduh lewat ponsel ini memiliki fitur sebuah audio visual yang bisa didapat dengan mengarahkan ponsel pada suatu gambar tertentu.

“Ke depan untuk UNS, kita bisa menggunakan kartu pos atau kartu nama, dengan aplikasi AR maka akan muncul video tentang indahnya UNS, achievement-achievement yang dicapai UNS,” jelas Kepala International Office, Taufiq Al-Makmun, dirilis Humas UNS.

Juara

Untuk kategori busana terbaik, Rektor UNS menyerahkannya pada Turkmenistan untuk laki-laki dan Jepang untuk perempuan. Sedangkan untuk hidangan terbaik, juara jatuh pada booth Libya yang malam itu sangat dipenuhi penonton.

Dua negara berikutnya, Jepang dan Kepulauan Pasifik, tampil memamerkan kebolehan mereka. Delegasi dari Jepang tampil dengan sebuah pertunjukan kaligrafi. Beberapa orang tampil menuliskan huruf Jepang di atas kanvas raksasa berukuran sekitar 3 × 4 meter.

Sebagai penutup, Kepulauan Pasifik tampil dengan tiga orang yang menyanyikan lagu rap. Seketika, suasana gegap gempita tercipta diiringi gelak tawa setiap penonton. Lagu berikutnya, lagu dan tarian tradisional dilantunkan dan digoyangkan. Beberapa penonton ikut ke atas untuk berjoget bersama.