TMMD Tahap Pertama 2015 Boyolali Lakukan Betonisasi Jalan dan Rehab Rumah Tidak Layak Huni

TMMD - Komandan Kodim 0724, Letkol (Kav) Topri Daeng Balaw, saat upacara dimulainya TMMD, Kamis (7/5/2015), di Halaman Kantor Kepala Desa Gondangrawe Kecamatan Andong. (Foto: Dishubkominfo Boyolali)
TMMD – Komandan Kodim 0724, Letkol (Kav) Topri Daeng Balaw, saat upacara dimulainya TMMD, Kamis (7/5/2015), di Halaman Kantor Kepala Desa Gondangrawe Kecamatan Andong. (Foto: Dishubkominfo Boyolali)

Boyolali, SURAKARTA DAILY ** TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I TA 2015 dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Tanah Air. TMMD di Desa Gondangrawe Kecamatan Andong Boyolali berlangsung Kamis (7/5/2015) di Halaman Kantor Kepala Desa Gondangrawe Kecamatan Andong.

Dirlis Pemkab Boyolali, pelaksanaan TMMD ke-94 tersebut meliputi pembangunan fisik, yaitu pembangunan infrastruktur jalan melalui program betonisasi jalan sepanjang 1000 meter, lebar 3 meter, tebal 12 centimeter yang melintas dari Desa Gondang Rawe hingga Desa Pakel.

Selain itu, rehab rumah tidak layak huni sebanyak 10 unit dan pembangunan non-fisik berupa ikut sertanya Satgas TMMD membantu pemerintah dalam memantapkan kerukunan hidup beragama, berbangsa, dan bernegara.

“Pembangunan non-fisik dilaksanakan dengan agenda Pendidikan Pendahuluan Bela Negara, Pencegahan Bahaya Terorisme dan Radikalisme, Tertib Berlalu Lintas, Bahaya Miras Narkoba, Perawatan Jalan Pasca TMMD, Penyuluhan Manfaat Akta Kelahiran dan Kematian, Pemberantasan Hama, Pemanfaatan Lahan Pekarangan Rumah, Penyuluhan KB, dan Perilaku Hidup Bersih Sehat,” ujar Komandan Kodim 0724, Letkol (Kav) Topri Daeng Balaw, membacakan sambutan Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Pasiter Kodim 0724 Kabupaten Boyolali yang juga Koordinator TMMD Sengkuyung I tahun 2015, Kapten Sri Widayat, menambahkan, total anggaran untuk Program TMMD Sengkuyung I tahun 2015 sebesar Rp390 juta.

Dana berasal dari APBD I Propinsi Jawa Tengah sebesar Rp130 juta, APBD II Kabupaten Boyolali sebesar RP210 juta, serta swadaya masyarakat Desa Kondangrawe sebesar RP50 juta.

“Program TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2015 yang berlangsung selama 20 hari, 7-27 Mei 2015 mendatang, dikerjakan oleh TNI, bersama dengan masyarakat di Gondangrawe,” terang Sri Widayat.

Menurutnya, kondisi jalan desa dari Desa Gondangrawe hingga Desa Pakel yang akan dibetonisasi melalui Program TMMD memang rusak parah karena jalan tersebut lama tidak dibangun.

“Dengan betonisasi, diharapkan bisa memperlancar arus transportasi desa, sekaligus bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Komitmen TNI Dukung Swasembada Pangan

Pada Kamis (15/1/2015), penandatangan MoU tentang peningkatan swasembada pangan di Jawa Tengah antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Kodam IV/Diponegoro berlangsung di Desa Gelagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.

Penandatanganan MoU merupakan tindaklanjut dari perintah Presiden RI beberada waktu lalu dalam rangka mewujudkan Swasembada Pangan Nasional. Kodam IV/Diponegoro siap mendukung Program Swasembada Pangan di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jawa Tengah sangat potensial mengembangkan Program Swasembada Pangan, mengingat beberapa wilayah tertentu merupakan penghasil bahan pangan yang setiap tahun menunjukkan peningkatan produksi, meskipun keberhasilan ini belum secara menyeluruh diikuti oleh wilayah lain.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menargetkan tanaman padi raja lele per hektar sejumlah 8 ton. Sedangkan target produksi dalam jangka waktu 3 tahun menuju swasembada pangan juga didukung dengan tanaman holtikultura pendukung lain, seperti mangga, durian, dan lainnya.