Pilkada Wonogiri, Peneliti Unpad: Perlu Kepemimpinan Kreatif untuk Memajukan Wonogiri

KREATIF - Peneliti di Pusat Kajian Hukum Tata Negara Universitas Padjajaran, Naksha Larawati, berpendapat, pemimpin Wonogiri harus kreatif. (Foto: Agung Bramanto)
KREATIF – Peneliti di Pusat Kajian Hukum Tata Negara Universitas Padjajaran, Naksha Larawati, berpendapat, pemimpin Wonogiri harus kreatif. (Foto: Agung Bramanto)

Bandung, SURAKARTA DAILY ** Menjelang Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Wonogiri yang akan berlangsung pada bulan Desember 2015 kriteria kandidat pemimpin Kabupaten Wonogiri mulai diwacanakan. Salah satunya yang dikemukakan Naksha Larawati, seorang peneliti di Pusat Kajian Hukum Tata Negara Universitas Padjajaran.

“Untuk bisa mengembangkan dan mempromosikan Wonogiri diperlukan pemimpin yang kreatif. Tidak hanya pintar dalam manajemen kota, tetapi juga pintar dalam memanfaatkan potensi dan mempromosikan yang tersedia di Wonogiri,” ujar Naksha kepada Surakarta Daily, beberapa waktu lalu.

Peneliti Fakultas Hukum Universitas Padjajaran tersebut menyampaikan definisi kepemimpinan kreatif sebagai sosok pemimpin yang mampu menganalisis situasi, mencari jalan keluar atas setiap permasalahan daerah, serta memiliki stimulus kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mampu menarik pemasaran segala potensi yang ada di Wonogiri.

“Kompleksitas permasalahan yang terus tumbuh di Kabupaten Wonogiri membutuhkan penanganan khusus untuk mencari solusinya. Kehadiran pimpinan yang kreatif sebagai pemegang kekuasaan sekaligus pengambil keputusan jelas memiliki peran yang sangat penting dalam proses tersebut ,” terangnya.

Menurut Naksha, masalah-masalah yang terus berulang seperti kekeringan saat musim kemarau, kebanjiran saat musim penghujan, dan pembangunan yang tidak merata memerlukan solusi serius oleh pemimpin Wonogiri ke depan.

Otonomi Daerah

Kabupaten Wonogiri memiliki banyak potensi daerah yang dapat dieksplorasi lebih jauh, mulai dari sejarah, budaya, hingga sumberdaya alamnya. Untuk memperdalam proyeksi kedaerahan, kajian dan riset tentang Wonogiri sebaiknya diperbanyak.

“Semenjak otonomi daerah digulirkan, sebenarnya menjadi peluang bagi daerah untuk memajukan potensi daerahnya masing-masing,” tutur Naksha.

Peneliti keturunan Jawa-Sunda tersebut mengatakan, Undang-Undang Otonomi Daerah memberikan porsi besar bagi pemerintah daerah untuk mengatur bagaimana dan mau ke arah mana daerah sejahtera, bahkan alokasi pendapatan daerah saja yang disetor ke pusat tidak besar lagi persentasenya.

“Dilihat dari peluang tersebut, Wonogiri seharusnya bisa lebih maju dari sekarang, bila nantinya dipimpin oleh seorang yang kreatif. Pemimpin yang kreatif akan bisa mengeluarkan kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan untuk menunjang penanaman investasi dan kepastian hukum, juga bagi investor untuk bisa menanamkan investasi di Wonogiri,” jelasnya.

Meski demikian, tambahnya, perlu diperhatikan pula, jangan sampai kebijakan-kebijakan dan peraturan tersebut bertabrakan dengan peraturan perundang-undangan di atasnya.