Pilkada Wonogiri, Mercy Novita: Mari Dukung Pemimpin yang Peduli Peran Perempuan

PEDULI PEREMPUAN - Koordinator Rumah Aspirasi Rahayu Saraswati, Mercy Novita, menyoroti Pemimpin Wonogiri yang harus memperjuangkan pendidikan dan kesehatan perempuan. (Foto: Albicia Hamzah)
PEDULI PEREMPUAN – Ketua Pengurus Cabang Tunas Indonesia Raya Kabupaten Wonogiri, Mercy Novita, menyoroti Pemimpin Wonogiri yang harus memperjuangkan pendidikan dan kesehatan perempuan. (Foto: Albicia Hamzah)

Wonogiri, SURAKARTA DAILY ** Bupati Wonogiri terpilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015, diharapkan memiliki kepedulian pada peran perempuan. Sebab, selama ini, perempuan Wonogiri membutuhkan dukungan lebih untuk berkontribusi pada pembangunan daerah.

“Pilkada sudah dekat. Menentukan kriteria calon pemimpin mendesak dilakukan. Bagi saya, Bupati Wonogiri terpilih harus peduli pada peran perempuan. Tingkat pendidikan perempuan yang harus ditingkatkan, peran perempuan dalam pemberdayaan masyarakat, serta partisipasi politik perempuan sebagai representasi dukungan moral kuat kepada pemimpin,” ujar Ketua Pengurus Cabang Tunas Indonesia Raya Kabupaten Wonogiri, Mercy Novita, kepada Surakarta Daily, Sabtu (9/5/2015).

Ia menegaskan, baik-buruk sebuah daerah sangat tergantung pada peran maksimal kaum perempuan. Bagaimana kepemimpinan daerah memperlakukan perempuan menjadi representasi moralitas terdalam yang akan berpengaruh signifikan pada perubahan.

“Menumbuhkan kreativitas, kepedulian, inovasi, dan terobosan penting, menjadi hal biasa dalam keluarga harmonis yang di-maintain oleh perempuan berilmu dan berdaya saing. Jangan harap sebuah daerah menemukan cara keluar dari masalah, bila rumah tangga masyarakatnya saja masih berantakan,” terangnya.

Menurut Mercy, pemimpin Wonogiri yang mengerti peran perempuan, akan dapat membawa Wonogiri pada kompetisi sekeras apa pun. Sebaliknya, bila perempuan hanya dipandang sebelah mata, Wonogiri akan terus terjebak pada persoalan turun-temurun yang seperti tidak ada ujung pangkalnya.

“Banyak pemimpin yang besar dan eksis karena dukungan perempuan. Namun, ada pula pemimpin yang kemudian tidak memiliki reputasi baik, karena tak disukai kaum perempuan. Untuk membersamai dinamika publik yang terus bergerak dinamis, pemimpin selayaknya menempatkan perempuan pada kadar prioritas utama,” ucapnya.

Pendidikan dan Kesehatan Perempuan

Lebih lanjut, Mercy mengatakan, program pendidikan dan kesehatan bagi perempuan menjadi agenda utama kepemimpinan Wonogiri. Wilayah Wonogiri yang luas dengan medan alam beraneka rupa, membutuhkan penanganan khusus.

Concern pemimpin Wonogiri pada pendidikan dan kesehatan perempuan hingga ke pelosok Wonogiri, akan mampu membangun kemandirian ekonomi. Komunikasi lancar dengan transfer pengetahuan yang cukup, ditambah pengawalan program yang berkelanjutan, dapat dilakukan oleh perempuan yang terdidik dan sehat,” tuturnya.

Ia menggarisbawahi fasilitas Pemerintah Daerah pada kesehatan ibu hamil dan balita. Karena, keberhasilan tersebut memiliki dampak regenerasi yang sehat pula.

“Sudah saatnya Pemkab Wonogiri sungguh-sungguh memperhatikan regenerasi berkualitas dengan ibu yang berkualitas,” pungkasnya.