Pilkada Solo, Kun Prastowo: Road Map Penanggulangan Kemiskinan sebagai Prioritas Utama

PILKADA SOLO - Pegiat penanggulangan kemiskinan, Kun Praswoto, berharap, Walikota terpilih proaktif pada penanggulangan kemiskinan. (Foto: Arif Giyanto)
PILKADA SOLO – Pegiat penanggulangan kemiskinan, Kun Praswoto, berharap, Walikota terpilih proaktif pada penanggulangan kemiskinan. (Foto: Arif Giyanto)

Jebres, SURAKARTA DAILY ** Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Solo tahun 2015, wacana kriteria Pemimpin Kota Solo mulai hangat dibicarakan. Salah satunya datang dari Kun Prastowo, seorang pegiat penanggulangan kemiskinan.

“Walikota ke depan harus memiliki visi yang jelas tentang pembanguan Kota Surakarta, karena tantangan ke depan akan semakin berat. Terdekat, adalah MEA 2015 dan permasalahan yang selalu melekat adalah soal kemiskinan,” ujar Kun kepada Surakarta Daily, Kamis (7/5/2015).

Ia menegaskan, Walikota terpilih harus memiliki road map yang jelas tentang percepatan penangggulangan kemiskinan. Menurutnya, paradigma bantuan (charity) harus segera beranjak menuju pemberdayaan dan peningkatan kapasitas warga miskin.

“Permasalahn lain yang tidak kalah pentingnya adalah kebijakan anggaran yang harus lebih memihak kepada warga miskin. Walikota terpilih harus berani melakukan kontrak yang jelas, berapa persen dia akan mampu menurunkan angka kemiskinan di Kota Surakarta,” terang aktivis Masyarakat Peduli Pelayanan Publik Surakarta (MP3S) tersebut.

Kun mengatakan, diperlukan kerja riil yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

“Janganlah mengobral janji dengan menjual kemiskinan untuk meningkatkan popularitas. Namun waktunya berargumen tentang program yang memberi solusi nyata,” ucap Staf Harian Tim Koordinasi Pengentasan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kota Surakarta itu.

MEA 2015

Sementara itu, pada kesempatan yang berbeda, praktisi promosi daerah, Albicia Hamzah, mengatakan, Pilkada serentak berbarengan dengan momentum Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yakni era perdagangan bebas yang mengharuskan setiap daerah memiliki diferensiasi karakter.

“MEA 2015 membuka partisipasi bisnis semua negara ASEAN, tanpa hambatan. Sebuah keadaan yang mendesak direspons, karena kompetisi luar biasa akan terjadi,” kata Albi.

Menurut Albi, momentum Pilkada menjadi titik tumpu penting mengangkat pencitraan daerah dengan segala potensi yang ada. Kesalahan dalam memilih pemimpin akan berdampak serius pada lima tahun mendatang. Untuk itu, kejernihan berpikir dan empati yang dalam dibutuhkan agar tidak terjebak pada lubang sama.

“Sekuat tenaga branding dilakukan, bila tanpa dukungan pemerintah daerah, tentu saja bukan hal mudah. Pemda berperan sebagai administrator dan eksekutif praktik fiskal daerah. Tentu saja maju-tidaknya daerah sangat tergantung pada peran Pemda, meski bukan satu-satunya,” pungkasnya.

2 thoughts on “Pilkada Solo, Kun Prastowo: Road Map Penanggulangan Kemiskinan sebagai Prioritas Utama

  1. Pengentasan kemiskinan akan langgeng ada kalau itu tetep dan tetap dijadikan proyek.dan pembetdayaan akan omong kosong klo warga muskin nya itu semu/abu abu atau bahkan karena memiskinkan diri sendiri.karena si miskin ini benar2 miskin fisik n hatinya juga.

Comments are closed.