Pilkada Boyolali 2015, Suroto: Pemimpin Daerah Harus Perbaiki Infrastruktur

Pakar Manajemen Perusahaan, Suroto. (Agung Bramanto)

Boyolali, SURAKARTA DAILY ** Menjelang Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Boyolali yang akan berlangsung Desember 2015, kriteria kandidat pemimpin mulai disampaikan publik. Salah satunya dikemukakan seorang Pakar Manajemen Perusahaan, Suroto.

“Boyolali membutuhkan pemimpin yang concern akan pembangunan infrastruktur, sarana, dan prasana guna mendukung kewirausahaan dan lebih meningkatkannya investasi,” tutur Suroto kepada Surakarta Daily, beberapa waktu lalu.

Era Otonomi Daerah, sambungnya, masih belum mampu menjawab semua permasalahan publik. Salah satu permasalahan krusial dalam hal ini adalah infrastruktur, mulai dari jalan, air bersih, irigasi, hingga energi.

“Era Otonomi Daerah belum mampu secara optimal memenuhi ekspektasi masyarakat terhadap infrastruktur yang memadai. Masih banyak jalan di Boyolali yang rusak, irigasi pertanian yang tidak terawat, serta masih jeleknya manajemen pemerintahan dalam menyusun progam pembangunan infrastruktur jangka panjang dan pengawasan pemelharaan infrastruktur tersebut,” ungkap putra kelahiran Nogosari tersebut.

Solusi Infrastruktur

Suroto mengatakan, ada dua problem yang membayangi pembangunan infrastruktur daerah. Pertama, kekuatan fiskal, yakni Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang tidak akan cukup membangun semua kebutuhan infrastruktur daerah.

“Untuk menyiasati problem keterbatasan fiskal ini, kita perlu mendorong terciptanya Pemerintah Daerah yang bisa mendorong kemitraan pemerintah dan swasta atau public private partnership untuk membangun infrastruktur,” terangnya.

Hal ini bisa dikerangkai dalam konteks komersial maupun pelaksanaan tanggung jawab sosial dunia usaha (Corporate Social Responsibility/CSR).

“Secara komersial, tiap tahun, Pemerintah Daerah bisa merilis program-program infrastruktur yang bisa dikerjasamakan dengan swasta. Dalam konteks CSR, Pemda bisa berkolaborasi dengan dunia usaha untuk memperbaiki infrastruktur,” tutur Suroto.

Problem kedua, lanjut Suroto, adalah tak sinergisnya pembangunan infrastruktur antar-daerah.

“Daerah jalan sendiri-sendiri, meski sebenarnya antar-daerah ada kepentingan yang bisa ditemukan, misalnya soal infrastruktur jalan dan pengairan untuk pertanian,” ucapnya.

Dalam hal ini, sambung Suroto, perlu peran Gubernur Jawa Tengah untuk menyinergikan pembangunan daerah, karena pembangunan adalah proses integral. Satu daerah terkoneksi dengan daerah yang lain.

“Kesenjangan pembangunan antara satu daerah dan daerah lain hanya bisa diselesaikan dengan pembangunan yang integral,” pungkasnya.

One thought on “Pilkada Boyolali 2015, Suroto: Pemimpin Daerah Harus Perbaiki Infrastruktur

Comments are closed.