Perolehan ZIS Ratusan Juta Rupiah, Baznas Karanganyar Bentuk UPZ Tingkat Desa

UPZ DESA - Sosialisasi Pengumpulan Dana ZIS dan Pembentukan UPZ Tingkat Desa Se Kecamatan Tasikmadu, Selasa (28/4/2015). (Foto: Pemkab Karanganyar)
UPZ DESA – Sosialisasi Pengumpulan Dana ZIS dan Pembentukan UPZ Tingkat Desa Se Kecamatan Tasikmadu, Selasa (28/4/2015). (Foto: Pemkab Karanganyar)

Tasikmadu, SURAKARTA DAILY ** Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Karanganyar mencatat, perolehan Zakat Infaq dan Shodaqoh (ZIS) dari pertengahan tahun 2014 hingga April 2015, rata-rata mencapai Rp500 juta per bulan, berasal dari Kantor Pemerintahan, Sekolah, BUMD, BUMN, dan beberapa warga masyarakat.

Kini, Baznas Karanganyar membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat desa dan kelurahan. Pembentukan UPZ pada 177 desa dan kelurahan tersebut untuk meningkatkan pengumpulan ZIS dari masyarakat Muslim.

“UPZ ini bertugas mengumpulkan ZIS dari Staf Kelurahan/Desa, dan memungut ZIS tingkat RT/Masyarakat/perorangan. Selanjutnya, dana ZIS itu disetorkan di tingkat kecamatan paling lambat minggu kedua,” ujar Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekda Karanganyar, Tarsa, saat Sosialisasi Pengumpulan Dana ZIS dan Pembentukan UPZ Tingkat Desa Se Kecamatan Tasikmadu, Selasa (28/4/2015)

Dirilis Pemkab Karanganyar, Tarsa menuturkan, pada tingkat desa/ kelurahan, UPZ dibentuk dengan jumlah tiga personel, sebagai penanggung jawab, sekretaris, dan bendahara/juru pungut.

“Pada tingkat RW-RT, setiap bulan minimal per RT sebesar Rp7.500 dan disetorkan ke UPZ Desa/Kelurahan,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan bahwa Camat, Lurah/Kepala Desa, Ketua RW, dan Ketua RT hendaknya mengetahui secara persis warga yang memang membutuhkan bantuan.

“Jangan sampai salah sasaran jika memberikan bantuan. Sisihkan sedikit penghasilan untuk diberikan kepada yang kurang mampu,” katanya.

Regulasi

Dilansir dari Baznas Karanganyar, Peraturan Pemerintah RI No. 14 Tahun 2014 dan Undang-undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat memiliki filosofi. Di samping mengantisipasi hal-hal yang akan terjadi di kemudian hari, juga memberikan rasa aman pada orang yang mengeluarkan zakat (Muzakki) dan orang yang mengelola zakat (Amil).

Muzakki dijamin keamanan zakatnya dan Amil dilindungi secara hukum selama melaksanakan peraturan itu dengan benar.

Alasan dikeluarkannya UU Pengelolaan Zakat adalah memastikan benarnya penyaluran, membantu Muzakki agar tidak tergerus dengan perasaan riya, melindungi amil secara hukum, sebagai sarana syiar Agama Islam, dan agar zakat lebih berdaya guna.

Pengelolaan zakat dan kehidupan berislam di Indonesia saat ini menuju ke arah yang lebih baik, karena sebelumnya tidak ada peraturan dan undang-undang tentang zakat dan ekonomi syariah.