Jalan Tol Solo-Kertosono, Konektivitas Trans Jawa Kembangkan Potensi Daerah

GROUNDBREAKING - Presiden Jokowi dan sejumlah pejabat menekan sirene tanda dimulainya percepatan pembangunan Jalan Tol Solo-Kertosono, di Ngawi, Jatim, Kamis (30/4) petang. (Foto: Setkab)
GROUNDBREAKING – Presiden Jokowi dan sejumlah pejabat menekan sirene tanda dimulainya percepatan pembangunan Jalan Tol Solo-Kertosono, di Ngawi, Jatim, Kamis (30/4) petang. (Foto: Setkab)

Ngawi, SURAKARTA DAILY ** Untuk meningkatkan konektivitas dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah, Jalan Tol Solo-Kertosono mulai dibangun. Pembangunan Jalan Tol Ruas Solo-Ngawi dan Jalan Tol Ruas Ngawi-Kertosono merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang berperanan penting dalam menjalankan roda perekonomian, penghubung Provinsi Jawa Tengah dengan Provinsi Jawa Timur.

“Dukungan Pemerintah dilaksanakan dalam bentuk pengadaan tanah pada seluruh seksi serta konstruksi sepanjang 20,9 km pada Jalan Tol Ruas Solo-Ngawi (Seksi Colomadu-Karanganyar) dan sepanjang 37,5 km pada Jalan Tol Ruas Ngawi-Kertosono (Seksi Saradan-Kertosono),” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimulyono, dalam rilisnya, Kamis (30/4/2015).

Basuki mengatakan, selain berperan dalam perekonomian, tol tersebut memiliki tingkat kelayakan marginal, sehingga perlu mendapatkan dukungan Pemerintah untuk meningkatkan kelayakan finansial.

Jalan Tol Ruas Solo-Ngawi dengan panjang total 90,10 km dilaksanakan oleh PT Solo Ngawi Jaya dengan masa konsesi 35 tahun, dan total investasi sebesar Rp5,14 triliun. Lokasi Pekerjaan berada di Kabupaten Boyolali, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Ngawi.

Adapun Jalan Tol Ruas Ngawi-Kertosono total panjang 87,02 km dilaksanakan oleh PT Ngawi Kertosono Jaya dengan masa konsesi 35 tahun, dan investasi sebesar Rp 3,83 Triliun. Lokasi jalan tol ini berada di Kabupaten Jombang, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngajuk, dan Kabupaten Ngawi.

Sementara pengadaan tanah pada Jalan Tol Ruas Solo-Ngawi telah mencapai 91,62 persen dan diharapkan selesai pada tahun ini. Sementara untuk Jalan Tol Ruas Ngawi-Kertosono pengadaan tanah telah mencapai 48,48 persen dan diharapkan dapat selesai pada akhir 2016, sehingga pembangunannya selesai pada 2018.

Groundbreaking

Seusai melakukan peletakan baru pertama (groundbreaking) pembangunan Jalan tol Trans Sumatera di Lampung Selatan dan Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, pada Kamis (30/4/2015) pagi dan siang, Presiden Joko Widodo langsung menuju ke Ngawi untuk melakukan groundbreaking pembangunan Pembangunan Jalan Tol Ruas Solo-Ngawi dan Jalan Tol Ruas Ngawi-Kertosono.

Presiden Jokowi tiba sore harinya di Pangkalan TNI AU Iswahjudi, Kabupaten Magetan, menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia. Presiden dan rombongan lalu menuju Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dengan berkendara mobil sejauh 22 km.

Di Klitik, Presiden Jokowi melakukan groundbreaking pembangunan Jalan Tol Ruas Solo-Ngawi segmen Solo-Karanganyar Trans Jawa sepanjang 20,90 km, dan groundbreaking Jalan Tol Ngawi-Kertosono di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur segmen Saradan-Kertosono sepanjang 37,50 km.