Sosialisasi KUBE, Empat Desa Sambungmacan Sragen Terima Bantuan Kambing

KUBE - Bupati Sragen Agus Fatchurrahman. Bantuan kambing dan domba diberikan Bupati kepada empat desa di Sambungmacan. (Foto: Pemkab Sragen)
KUBE – Bupati Sragen Agus Fatchurrahman. Bantuan kambing dan domba diberikan Bupati kepada empat desa di Sambungmacan. (Foto: Pemkab Sragen)

Sambungmacan, SURAKARTA DAILY ** Bupati Sragen, Agus Fatchurrahman, memberikan sosialisasi Kelompok Usaha Bersama (KUBE) kambing dan domba sebagai sarana pemberdayaan masyarakat, di Balai Desa Sambungmacan, Kamis (16/4/2015).

“Program pengembangan peternakan ini baru kali pertama dilakukan Pemkab Sragen, karena Sragen memiliki potensi dalam bidang peternakan. Warga yang berhak mendapat bantuan kambing dan domba dari Pemkab diseleksi oleh penyuluh di seluruh kecamatan,” ujar Bupati Agus.

Ia menjelaskan, untuk Kecamatan Sambungmacan, ada empat desa yang mendapatkan bantuan, yakni Toyoga, Sambungmacan, Banyuurip, dan Plumbon. Setiap desa mendapatkan 50 kambing atau domba untuk dikembangbiakkan.

“Program pemberdayaan masyarakat bisa meningkatkan kehidupan ekonomi warga Desa Sambungmacan. Program bersama mengembangbiakkan kambing dan domba diharapkan bermanfaat dan bisa dilestarikan,” terangnya.

Menurutnya, bantuan kambing dan domba merupakan tanda tresno Pemkab Sragen kepada rakyat. Setiap warga bisa bekerja sama untuk saling asah, asih, dan asuh.

“Harapan kami, program pengembangbiakan domba untuk rakyat ini bisa memberi kesejahteraan rakyat. Kami tidak minta hasilnya. Kami hanya ingin melihat rakyat bisa hidup sejahtera,” tegas Agus, seperti dirilis Pemkab Sragen.

Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan, Muhamad Djazairi, menambahkan, program ini berlangsung selama dua tahap. Tahap pertama, dikucurkan anggaran dari APBD Perubahan 2014 sebesar Rp1,3 miliar. Tahap kedua, APBD 2015 telah dianggarkan Rp1,3 miliar untuk 20 desa di lima kecamatan; setiap kecamatan meliputi empat desa.

Djazairi menuturkan, program terdiri dari 10 orang yang bergabung menjadi KUBE dan mendapat bantuan satu ekor kambing atau domba. Setiap desa mempunyai 5 kelompok yang menjadi gabungan KUBE.

“Mereka menjalankan usaha peternakan bersama, dan ketika ternak sudah layak jual, 20 persen dari hasil penjualan masuk menjadi modal gabungan Kube. Ketentuan ini berlaku selama 5 tahun dan dimaksudkan untuk menjadi modal bersama dalam menjalankan usaha,” pungkasnya.

Program Bantuan Langsung Pemberdayaan Sosial

Sejak 2006, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial mencoba menyempurnakan pendekatan dan penyelenggaraan Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Jika pada 2005, penyaluran bantuan kepada KUBE bersifat natura, melalui perantara, top down, terpusat, dan tanpa pendampingan maka mulai 2006 dilakukan perubahan dan penyempurnaan.

Pada 2007, penyempurnaan program terus dilakukan melalui kerja sama dengan pihak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Mulai 2007, program Pemberdayaan Fakir Miskin yang telah disempurnakan mulai dilakukan. Salah satu perubahan nyata yang telah dilakukan adalah penyaluran bantuan yang dilakukan langsung kepada KUBE dan melalui mekanisme perbankan, bekerja sama dengan PT BRI Tbk. Bantuan tidak lagi bersifat natura (barang) yang harus disediakan oleh Pemerintah Pusat melalui pihak ketiga, namun disediakan sendiri oleh anggota KUBE.