Profesionalisme dan Kewirausahaan, Modal Penting Lulusan Kampus Islam Negeri

ORASI - Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UIN Maliki Malang, Agus Maimun, saat orasi ilmiah pada Rapat Senat Terbuka IAIN Surakarta dengan agenda Wisuda Magister dan Sarjana XXX, Sabtu (11/4/2015), di Gedung Graha IAIN Surakarta. (Foto: Humas IAIN Surakarta)
ORASI – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UIN Maliki Malang, Agus Maimun, saat orasi ilmiah pada Rapat Senat Terbuka IAIN Surakarta dengan agenda Wisuda Magister dan Sarjana XXX, Sabtu (11/4/2015), di Gedung Graha IAIN Surakarta. (Foto: Humas IAIN Surakarta)

Kartasura, SURAKARTA DAILY ** Dengan sedikitnya lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang bisa diserap pasar tenaga kerja, dapat menginspirasi dan memotivasi seluruh PTKIN untuk melakukan terobosan baru.

“(Terobosan baru) dengan mengembangkan program yang dapat memberikan bekal kemandirian mahasiswa dengan berbagai program konkret yang langsung pada persoalan dan kebutuhan riil mahasiswa. Salah satunya dengan peningkatan profesionalisme dan kewirausahaan,” ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UIN Maliki Malang, Agus Maimun.

Ia hadir menyampaikan orasi ilmiah pada Rapat Senat Terbuka Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta dengan agenda Wisuda Magister dan Sarjana XXX, Sabtu (11/4/2015), di Gedung Graha IAIN Surakarta.

Orasi ilmiah yang dihadiri seluruh anggota senat IAIN Surakarta, tamu undangan, dan wisudawan/wisudawati tersebut mengangkat tema ‘Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Tantangan Pasar Kerja Eksternal’.

“Salah satu tugas PTKIN adalah menghasilkan manusia sebagai sumberdaya yang memiliki kemampuan tinggi. Untuk itu, PTKIN harus dikelola dengan model pengelolaan layaknya industri jasa, yang artinya para pengelola PTKIN harus menjadikan perguruan tinggi yang berproses sebagai industri pengembangan sumberdaya manusia di mana profesionalisme menjadi harga mati untuk pelaksanaannya,” terang Agus Maimun.

Menurutnya, profesionalisme menjadi hal yang penting untuk memacu setiap perguruan tinggi dalam melahirkan lulusan bermutu dan berdaya saing tinggi. Sebab, mutu lulusan menjadi tolok ukur tinggi rendahnya kualifikasi sebuah perguruan tinggi di lingkungan pasar kerja.

“Untuk mewujudkannya, diperlukan sebuah strategi yang andal. Strategi yang mencakup pengembangan kelembagaan dirasa menjadi hal yang wajib dilakukan PTKIN saat ini,” ucap Agus, seperti dirilis Humas IAIN Surakarta.

Ia menjelaskan, meskipun tantangan pekerjaan dan jabatan bagi lulusan PTKIN semakin berat, bukan berarti peluang tertutup. Banyak pekerjaan dan jabatan yang bisa diraih jika para lulusan mampu memenangkan persaingan.

“Akhirnya jelas sudah adanya sebuah korelasi antara mutu para lulusan juga dipengaruhi oleh mutu sebuah perguruan tinggi itu sendiri. Dengan dibekalinya jiwa profesionalisme dan kewirausahaan bagi para lulusannya, tak pelak mereka akan mampu bersaing di pasar kerja yang tersedia,” pungkasnya.

525 Wisudawan

IAIN Surakarta meluluskan 525 wisudawan terdiri dari 23 wisudawan program magister (S2) dan 502 wisudawan program sarjana (S1).

Putri Irma Solikhah dari program magister (S2) meraih nilai tertinggi (cumlaude) pada wisuda periode ini. Mahasiswi jurusan Manajemen Pendidikan Islam ini meraih IPK 3,73 dengan masa studi 1 tahun 10 bulan. Sedangkan dari program sarjana (S1), mahasiswa atas nama Darsono dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris meraih cumlaude dengan IPK 3,73 dan masa studi 4 tahun 6 bulan.

“Lulusan IAIN Surakarta sebagai agent of change mempunyai tanggung jawab yang besar dalam berkompetisi mengubah dunia ini menjadi lebih baik. Maka dari itu, para lulusan diminta untuk terus mengembangkan keilmuan dan mengasah kepekaan terhadap persoalan sosial keagamaan, pendidikan, ekonomi, budaya, dan teknologi yang terus berkembang,” tegas Rektor IAIN Surakarta, Imam Sukardi dalam sambutannya.

Ia berharap, alumni IAIN Surakarta dapat berkontribusi positif terbaik kepada masyarakat dalam berbagai bentuk, sebagai salah satu cara terbaik menyebarkan semerbak keharuman bagi almamater.