Pilkada Wonogiri, Sumaryoto: Mari Hanyengkuyung Handarbeni Wonogiri

MEMILIKI - Tokoh Wonogiri, Sumaryoto, menyerukan rasa 'hanyengkuyung' dan 'handarbeni' Wonogiri. (Foto: Albicia Hamzah)
MEMILIKI – Tokoh Wonogiri, Sumaryoto, menyerukan rasa ‘hanyengkuyung’ dan ‘handarbeni’ Wonogiri. (Foto: Albicia Hamzah)

Wonogiri, SURAKARTA DAILY ** Nilai-nilai kebersamaan dalam memajukan Wonogiri sangat penting dalam merespons dinamika daerah seperti saat ini. Selain itu, rasa memiliki Wonogiri dapat menghalau keinginan destruktif sebagian kalangan, hanya karena kepentingan sesaat dan sektoral.

“Potensi Kabupaten Wonogiri sangatlah luar biasa besar. Bukan hanya sumberdaya alamnya, tapi juga sumberdaya manusianya. Mari hanyengkuyung dan handarbeni Wonogiri. Bukan zamannya lagi berseteru kepentingan sesama putra Wonogiri, padahal kita tahu, dunia sudah semakin tanpa hambatan. Kita tengah berhadapan dengan kompetisi besar, sebentar lagi,” ujar tokoh Wonogiri, Sumaryoto, kepada Surakarta Daily, Selasa (28/4/2015).

Ia menjelaskan, hanyengkuyung secara sederhana dapat dipahami dengan saling mendukung, saling memberi, dan saling melengkapi antar-sesama putra Wonogiri untuk memajukan daerah. Karena dengan saling dukung inilah, semua persoalan yang ada kini dapat dientaskan perlahan.

Hanyengkuyung itu tidak kontra-produktif. Jadi, kalau ada gagasan, gerakan, atau aksi yang memang baik buat Wonogiri, kita harus mendukungnya. Jangan hanya karena berbeda kelompok, lantas kita tidak sudi mendukung hal baik tersebut,” terang Sumaryoto.

Sementara handarbeni secara mudah dipahami sebagai rasa memiliki. Dengan rasa memiliki, menurut Sumaryoto, Wonogiri tidak hanya dipahami sebagai tempat tinggal, tetapi juga masa depan.

“Anda bisa jadi tinggal di Wonogiri, tapi bila Anda tidak ikut handarbeni Wonogiri, Anda tidak akan berkepentingan memajukan Wonogiri. Meski Anda tidak tinggal di Wonogiri, atau bahkan bukan warga Wonogiri, tapi Anda berkeinginan kuat memajukan Wonogiri, berarti Anda ikut handarbeni Wonogiri,” ucap Sumaryoto.

Pentingnya Nilai-nilai Jawa

Tokoh senior tersebut juga memunculkan pentingnya Wonogiri kembali pada khazanah keilmuan dan nilai-nilai Jawa. Karena sejak lama, filosofi luhur Jawa turut membentuk sosiologi masyarakat Wonogiri.

“Meski banyak warga Wonogiri yang jadi perantau, bukan berarti malah membawa pengaruh buruk pada Wonogiri. Justru karena nilai-nilai adiluhung Jawa, warga perantau Wonogiri dapat mewarnai Indonesia, bahkan dunia,” katanya.

Menurutnya, warga perantau Wonogiri memiliki kekhasan karakter, seperti pekerja keras, tidak membeda-bedakan orang berdasarkan suku, pelayanan menyeluruh dalam berdagang, dan dapat beradaptasi dengan masyarakat di mana mereka merantau.

“Warga Wonogiri tidak malu bekerja sebagai apa saja di perantauan. Bahkan akhirnya menyadarkan banyak daerah di Indonesia tentang pentingnya kerja keras tanpa sungkan-sungkan. Setelah sukses pun tidak kemudian menyombongkan diri di tempat mereka merantau. Itu filosofi Jawa yang sebaiknya terus dijaga,” tegas Sumaryoto.

Ia menambahkan, hanyengkuyung dan handarbeni Wonogiri semoga menjadi energi positif dalam setiap dinamika yang terjadi. Terlebih dua nilai tersebut telah ada dalam perikehidupan warga Wonogiri.