Munculkan Solo Masa Lalu, Lomba Gethek Bakal Ramaikan Festival Bengawan Solo 2015

FESTIVAL GETHEK - Kemeriahan suasana Festival Gethek Bengawan Solo tahun 2012. (Foto: Pemkot Surakarta)
FESTIVAL GETHEK – Kemeriahan suasana Festival Gethek Bengawan Solo tahun 2012. (Foto: Pemkot Surakarta)

Kota Solo, SURAKARTA DAILY ** Untuk memunculkan kembali Kota Solo masa lalu, Festival Bengawan Solo 2015 akan kembali digelar, Minggu (12/4/2015) di sepanjang sungai Bengawan Solo, mulai pukul 08, bertema ‘Mengembangkan Kesejahteraan Masyarakat yang Berkeadilan Tanpa Diskriminasi’.

Selama ini, Bengawan Solo memang menjadi salah satu ikon Kota Solo. Dahulu, sungai Bengawan Solo menjadi ‘jalan raya’ utama jalur perdagangan di Kota Solo. Sungai terpanjang di Pulau Jawa ini adalah saksi perjalanan panjang manusia sejak zaman Kerajaan Mataram Kuno, Majapahit, Pajang, Mataram Islam, hingga Keraton Kasunanan Surakarta.

“Festival Bengawan Solo 2015 akan dimeriahkan dengan bazar, pentas seni, Lomba Kano, dan Lomba Gethek yang terdiri dari 17 peserta,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surakarta, Eny Tiyasni Susana, di Desa Ngepung, Sangkrah, Kamis (2/4/2015), seperti dirilis Pemkot Surakarta.

Tak seperti Festival Bengawan Solo tahun lalu, festival tahun ini diramaikan dengan Lomba Gethek dan Lomba Kano. Lomba mengambil start di Kampung Ngepung, Sangkrah, Pasar Kliwon, dan finish di Kampung Badran, Pucang Sawit, Jebres.

Ketentuan Lomba

Peserta Lomba Gethek adalah masyarakat umum, instansi, lembaga negeri atau swasta di Wilayah Kota Surakarta atau eks-Karesidenan Surakarta. Setiap tim minimal tujuh orang, terdiri dari enam orang peserta ditambah satu petugas satang yang disediakan Panitia. Peserta boleh menggunakan sajian musik.

Lomba dinilai berdasarkan kreativitas atau model, jenis bahan untuk aksesoris, kreativitas peserta selama lomba, kekompakan, keseimbangan di atas air, dan keamanan.

Bagi Juara I, disediakan hadiah uang sebesar Rp4 juta. Sementara Juara II Rp3 juta dan Juara III Rp2 juta.

Dewan juri berasal dari unsur akademisi dan pemerintah. Penilaian dilakukan sejak peserta bersiap, hingga di tempat finish.