Kethoprak Gadon Sragen Juarai Lomba Pertunjukan Rakyat Jawa Tengah 2015

LESTARI - Sebuah pentas kethoprak. Bagi warga Sragen, kethoprak menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan mereka. (Foto: Great Rose)
LESTARI – Sebuah pentas kethoprak. Bagi warga Sragen, kethoprak menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan mereka. (Foto: Great Rose)

Semarang, SURAKARTA DAILY ** Kesenian tradisional Kethoprak Gadon Sragen berhasil menjuarai Lomba Pertunjukan Rakyat Jawa Tengah 2015, Kamis malam (23/4/2015) di Mal Sri Ratu Semarang. Banyolan-banyolan lucu dari sembilan orang pemain Kethoprak Gadon membawakan cerita ‘Wow Begitu To Srie’.

Tahun lalu, Kabupaten Sragen terpilih menjadi juara kedua, membawakan kesenian tradisional Kethoprak Lesung.

“Tahun ini ada peningkatan sebagai juara pertama karena pada tahun lalu baru terpilih sebagai juara kedua,” ujar Ketua Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Mitra), oleh Mbah Pin, dirilis Pemkab Sragen.

Sebelumnya, tim Sragen lolos ke dalam 15 tim yang maju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah. Dari 15 tim, terpilih 3 nominator, termasuk tim Sragen. Setelah memasuki tahap final, dari ketiga nominator Sragen akhirnya terpilih sebagai Juara I dan berhak mewakili Provinsi Jawa Tengah maju ke tingkat Nasional. Sementara Juara kedua diraih Grobogan dan juara ketiga diraih Solo.

Pertunjukan yang digelar pukul 19.00 hingga 21.00 menyedot perhatian pengunjung mal. Banyak pengunjung yang menyempatkan diri melihat pertunjukan hingga selesai.

Seni Merakyat

Bagi Sragen, kesenian kethoprak telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Misalnya, warga Ngablak, Karangmalang, Sragen yang telah beberapa tahun terakhir mementaskan kethoprak dalam acara Bersih Desa.

Biasanya, acara Bersih Desa diawali dengan bancakan atau kenduri di makam leluhur di Desa Kroyo pada pagi hari. Sore harinya, digelar Seni Reog yang diarak keliling kampung. Malam harinya, digelar pagelaran dolanan anak-anak, dilanjutkan dengan pagelaran Seni Kethoprak.

Uniknya, semua peserta dan pemain berasal dari warga, termasuk gamelan dan perangkat lain.

Pertunjukan seni ditampilkan untuk menambah kesemarakan acara Bersih Desa. Panitia berusaha mengemas acara dengan baik, supaya menarik dan warga tidak bosan. Tempat penyelenggaraannya pun di sebuah tempat yang dihormati warga setempat, tak jauh dari pohon beringin tua. Hal tersebut menambah kesakralan suasana.

Tidak ketinggalan, kaum muda turut terlibat, baik sebagai panitia maupun pemain dalam pertunjukan seni. Diharapkan tradisi ini bisa lestari dan kelak bisa dilanjutkan generasi muda.

Penyelenggaraan acara merupakan salah satu kearifan lokal. Menurut masyarakat setempat, perjuangan para pendahulu jangan pernah dilupakan. Salah satu wujud penghormatan adalah dengan mengingat jasa-jasa para pendahulu atau nenek moyang, nguri-uri tradisi.