Kelola 260 Ton Sampah, Pemkot Solo Tiadakan TPA dan Optimalkan Mobil Sampah Keliling

BERSIH - Tempat sampah motif batik ala Solo. (Foto: Balitbang Jateng)
BERSIH – Tempat sampah motif batik ala Solo. (Foto: Balitbang Jateng)

Kota Solo, SURAKARTA DAILY ** Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) di Kota Solo sudah tidak ada. Kini, mobil sampah Kota Solo berkeliling di tiap kelurahan dan langsung membawa sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Hal tersebut mengurangi keluhan masyarakat atas bau yang ditimbulkan TPS, ketika hujan tiba. Petugas sampah pun berbeda dan digaji sesuai UMK Kota Solo,” ujar Kepala Bagian Umum, Heru Sunadi, mewakili Walikota Solo, saat menerima kunjungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, di Ruang Natapraja Kompleks Balai Kota Solo, Kamis (9/4/2015).

Tujuan kunjungan kerja adalah belajar pengolahan sampah Akhir di TPA. Rombongan dari Bekasi memuji Pemkot Solo atas seragam pakaian adat Jawa yang dikenakan saat Kamis.

Perwakilan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Solo memaparkan metode yang akan dilakukan, yaitu metode insinerasi; pembakaran sampah atau Iimbah padat menggunakan alat yang disebut insinerator.

Kelebihan dari proses insinerasi, volume sampah berkurang sangat banyak, bisa mencapai 90 persen. Selain itu, proses ini menghasilkan panas yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik atau pemanas ruangan. Dibutuhkan pihak ketiga untuk melaksanakannya, karena kurangnya Lahan untuk TPA.

“Kita sudah melakukan rembuk dengan pihak Karanganyar dan Sukoharjo mengenai lahan. Namun sepertinya, Pemerintah Kabupaten belum memikirkan tentang masalah sampah dengan serius, sehingga tidak disetujui oleh sebelah pihak,” tutur perwakilan DKP Solo.

Ia menjelaskan, telah diadakan lelang sejak lima tahun lalu dan hanya tiga pihak yang memenuhi syarat. Dalam kerja sama dengan pihak swasta ini Pemkot Solo tidak meminta untung , dikarenakan hilangnya sampah sekira 260 ton telah sangat menguntungkan.

Buang Sampah pada Tempatnya

Sebelumnya, Walikota Solo, FX. Hadi Rudiyatmo, mengajak masyarakat untuk selalu melestarikan lima budaya yang dimulai dari keluarga masing-masing dengan cara sederhana, yaitu membuang sampah pada tempatnya.

Walikota meminta dukungan kepada seluruh elemen masyarakat agar Kota Solo selalu menjadi tempat kondusif, aman, dan nyaman untuk dikunjungi.

“Tahun depan tidak akan ada lagi TPS di kampung-kampung, sebab akan diganti dengan mobil sampah keliling,” ucap Walikota ketika memberikan sambutan dalam acara Kirab Wahana Tata Nugraha di Solo Car Free Day, Minggu (14/9/2014).

“Nantinya setiap jam 5 pagi akan ada mobil sampah keliling dengan lagunya Bengawan Solo, Tanah Airku, atau yang lainnya, sehingga masyarakat dapat membuang sampah ke mobil sampah yang akan langsung dibuang ke Tempat Pembangan Akhir Putri Cempo,” pungkasnya.