Kartu Saraswati Baru, Kartu Sakti Selesaikan Masalah Warga Miskin Sragen

LAYANAN WARGA MISKIN - Puskesmas Sidoharjo Sragen. Kini, Kartu Saraswati yang baru, diharapkan menjadi perangkat penting solusi masalah warga miskin di Sragen. (Foto: Fitrah Fahmi Blogspot)
LAYANAN WARGA MISKIN – Puskesmas Sidoharjo Sragen. Kini, Kartu Saraswati yang baru, diharapkan menjadi perangkat penting solusi masalah warga miskin di Sragen. (Foto: Fitrah Fahmi Blogspot)

Sragen, SURAKARTA DAILY ** Pemerintah Kabupaten Sragen mengeluarkan kartu Saraswati, atau akronim dari ‘Sarase Warga Sukowati’, model baru. Pemkab menyatakan, kartu tersebut bisa mengatasi berbagai masalah warga miskin.

“Kartu ini sakti, karena tidak hanya mengatasi satu permasalahan kemiskinan di satu aspek, namun seluruh aspek kehidupan kemiskinan masyarakat,” ujar Kepala unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) Kabupaten Sragen, Suyadi, Rabu (8/4/2015), dirilis Pemkab Sragen.

Ia menjelaskan, Kartu Saraswasti mencakup pelayanan di bidang pendidikan, kesehatan, rumah sehat-layak-aman, dan santunan dukacita. Kartu ini mencantumkan item seluruh anggota keluarga di dalamnya.

“Jika Kartu Saraswati lama hanya melayani permasalahan perseorangan, Kartu Saraswati baru memecahkan permasalahan satu keluarga sekaligus secara utuh di berbagai aspek, seperti pendidikan, kesehatan, tempat tinggal, bahkan santunan dukacita,” tutur Suyadi.

Dicantumkannya nama seluruh anggota keluarga dalam kartu tersebut, sambungnya, bertujuan menanggulangi kemiskinan semakin terintegrasi, terkontrol, detail dan terkoordinasi, serta valid dan mutakhir (update).

“Saras memiliki makna holistik, utuh, keutuhan, menjadi satu utuh. Kartu ini tidak berganti nama, karena Saraswasti memiliki arti keutuhan. Seluruh kebutuhan manusia tergabung utuh dalam satu kartu ini,” ucapnya.

Terdistribusi Akhir 2015

Kartu Saraswati mencantumkan NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang dikelola Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sragen. Selain itu, tidak dapat dipalsukan, karena mencantumkan tanda dalam kertasnya.

“Jadi semua pertimbangan pelayanan penanggulangan kemiskinan bertumpu pada kartu Saraswati baru ini, karena data di dalam kartu ini update dan valid, sebagaimana yang dikelola Dukcapil,” terangn Suyadi.

Menurut Suyadi, Kartu Saraswati yang baru akan didistribusikan kepada masyarakat yang berhak, yakni mereka yang benar-benar miskin. Akhir 2015, seluruh kartu ini diharapkan terdistribusi. Saat ini, tengah dalam tahap penggandaan.