Deklarasi Sukoharjo Kabupaten Jamu, Lestarikan Produk Budaya Kuatkan Perekonomian

KABUPATEN JAMU - Kabupaten Sukoharjo dideklarasikan sebagai Kabupaten Jamu oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani, pada Rabu pagi (1/4/2015), ditandai dengan Minum Jamu Bersama 10 Ribu Pelajar, di Alun-alun Satya Negara Sukoharjo. (Foto: Pemkab Sukoharjo)
KABUPATEN JAMU – Kabupaten Sukoharjo dideklarasikan sebagai Kabupaten Jamu oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani, pada Rabu pagi (1/4/2015), ditandai dengan Minum Jamu Bersama 10 Ribu Pelajar, di Alun-alun Satya Negara Sukoharjo. (Foto: Pemkab Sukoharjo)

Sukoharjo, SURAKARTA DAILY ** Kabupaten Sukoharjo dideklarasikan sebagai Kabupaten Jamu oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani, pada Rabu pagi (1/4/2015), ditandai dengan Minum Jamu Bersama 10 Ribu Pelajar, di Alun-alun Satya Negara Sukoharjo.

“Jamu adalah warisan budaya nasional yang wajib dilestarikan dan dikembangkan untuk peningkatan kesehatan masyarakat, serta peningkatan pendapatan masyarakat produsennya yang umumnya adalah pengusaha kecil,” ujar Puan, dirilis Pemkab Sukoharjo.

Ia berharap, jamu sebagai warisan bangsa serta bagian dari kekuatan ekonomi rakyat, akan memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi untuk meningkatkan jumlah lapangan kerja , kesejahteraan, ekonomi nasional, dan daya saing bangsa.

“Sebagai bagian dari dukungan dan proteksi dari Pemerintah dalam produksi jamu tradisional, Sukoharjo ditetapkan sebagai kabupaten ‎jamu, karena merupakan produsen jamu terbesar di Jawa Tengah. ‎Saya sudah meminta Menkumham untuk mematenkan jamu sebagai warisan dunia,” terang Puan.

Sukoharjo Potensial

Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, menggambarkan Kabupaten Sukoharjo sebagai kota kecil kedua di Jawa Tengah setelah Kudus yang berpotensi luar biasa, seperti jamu dan tekstil, dengan income ratusan miliar per tahun.

“Saya mengapresiasi kekompakan kehadiran empat menteri untuk mendukung gerakan Gema Berbudaya Menko PMK dengan mendeklarasi Kabupaten Sukoharjo sebagai Kabupaten Jamu,” ucap Wardoyo.

Di samping deklarasi Kabupaten Jamu, dilakukan pula peresmian Gedung Pusat Promosi dan Potensi Daerah Graha Wijaya di Jalan Jenderal Sudirman Sukoharjo serta peninjauan Pasar Jamu Nguter.

“Selama ini, masyarakat tetap mengkonsumsi jamu, karena percaya jamu memberikan manfaat yang cukup besar terhadap kesehatan, baik untuk pencegahan dan pengobatan suatu penyakit, maupun menjaga kebugaran, kecantikan, dan meningkatkan stamina tubuh,” jelas Bupati.

Sukoharjo mengembangkan usaha jamu sejak 20 tahun lalu, mulai dari bahan baku, industri, dan pemasaran jamu. Kini, Kabupaten Sukoharjo telah memiliki sentra produksi jamu bernama ‘Kampung Jamu’ dan beberapa sentra pengembangan usaha jamu, antara lain Rumah Promosi Jamu, Kampung Jamu, Pasar Induk Jamu Nguter, serta Pabrik Jamu.