Boyolali Mulai Terapkan Larangan Berjualan Minumal Beralkohol

Ilustrasi minimarket. (Foto: Indonetwork)
Ilustrasi minimarket. (Foto: Indonetwork)

Boyolali , SURAKARTA DAILY ** Mulai Kamis (16/4/2015), semua toko, warung, dan minimarket di Boyolali dilarang menjual minuman beralkohol kategori A atau kurang dari 5 persen, semisal bir, bir hitam, dan minuman ringan beralkohol.

“Larangan toko dan minimarket menjual minuman beralkhohol itu mengacu Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6 tahun 2015 tentang pengendalian dan pengurangan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman beralkohol,” ujar Kepala Bidang Perdagangan, Yohanes Supriyanto, mewakili Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Kabupaten Boyolali, Suyitno, Rabu (16/4/2015) di kantornya.

Permendag 6/2015 merupakan pembaruan kedua atas Permendag 20/2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan minuman beralkohol.

“Dalam Permendag 20/2014 masih diperbolehkan menjual minuman beralkohol 5 persen, namun dalam Permendag 6/2015 semua minuman mengandung alkohol dilarang dijual di pasaran,” ucap Supriyanto, seperti dirilis Humas Pemkab Boyolali.

Untuk mengimplementasikan Permendag 6/2015, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke sejumlah toko dan minimarket di Kabupaten Boyolali sejak sebulan lalu.

“Tim kami mendatangi semua kecamatan. Kita ambil sampel tiap kecamatan, 5 hingga 6 toko atau minimarket kita datangi dan kita beri sosialisasi dan pengertian kepada pemilik toko maupun karyawan minimarket. Intinya, sekarang dilarang menjual minuman beralkohol,” terangnya.

Apabila pihaknya menemukan toko maupun minimarket yang tetap menjual minuman beralkohol akan dilakukan sanksi peringatan. Peringatan hingga tiga kali, jika tetap nekat, bisa dicabut izin usahanya .

Menurutnya, dengan penerapan Permendag ini diharapkan bisa menekan dampak buruk penggunaan minuman beralkohol di Kota Susu Boyolali.

“Banyak kan sebagian anak muda, terutama di kota-kota besar, minuman beralkohol dioplos, sehingga bisa menimbulkan hal-hal negatif yang tidak diinginkan. Bahkan bisa mengakibatkan korban jiwa,” pungkasnya.